Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Juli 2022 | 00.48 WIB

Memvaksin Satwa di Bonbin, Tak Bisa Disuntik, tapi Pakai Tulup

CEGAH PMK: Tim dokter hewan KBS melakukan penyuntikan vaksin kepada hewan berkuku dua koleksi Kebun Binatang Surabaya dengan cara ditulup. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

CEGAH PMK: Tim dokter hewan KBS melakukan penyuntikan vaksin kepada hewan berkuku dua koleksi Kebun Binatang Surabaya dengan cara ditulup. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Nurali Faisol harus fokus. Bidikannya tidak boleh meleset. Jarum suntik yang ditulupkannya wajib mengenai tubuh satwa. Proses vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) itu harus sesuai dengan standard operating procedure (SOP). Cara tersebut digunakan untuk meminimalkan risiko petugas.

Total ada sekitar 400 dosis vaksin PMK yang diterima Kebun Binatang Surabaya (KBS). Vaksin produk Prancis itu didapat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya. Hanya, pelaksanaannya dilakukan oleh tim dokter KBS. Sebab, prosesnya butuh pengalaman dan keahlian khusus.

Tim dokter yang digawangi Nurali Faisol harus berlarian mengejar satwa yang akan divaksin. Mereka dituntut untuk konsentrasi penuh. Sebab, penyuntikannya dengan cara ditulup. ’’Kalau disuntik dengan cara biasa bisa bahaya,’’ ucap Faisol sembari membidik rusa.

Kepala departemen kesehatan hewan di KBS itu menuturkan, risikonya cukup besar. Apalagi satwa seperti banteng. Penyuntikan bisa gagal dan petugas terancam diseruduk. Selain itu, satwa jenis rusa memang susah untuk dipegang. ”Rusa mending memilih mati daripada dipegang orang,’’ ujarnya.

Meski begitu, pelaksanaan vaksinasi di KBS tetap harus dikebut. Sebab, vaksin yang sudah dibuka memiliki batas waktu penggunaan. Yakni, tidak boleh lebih dari 36 jam.

Total ada 400 satwa dari belasan spesies yang mendapat vaksin PMK. Faisol mengatakan, ada klasifikasi satwa yang mendapat vaksin PMK. Yaitu, hanya berkuku belah atau genap. Misalnya, rusa, banteng, anoa, gajah, dan beberapa jenis lainnya.

Dosis vaksin yang disuntikkan juga tidak sama. Disesuaikan dengan berat badan satwa. Kejelian petugas memang diuji. Sebab, membedakan satwa yang telah tervaksin tidak mudah. Apalagi jumlahnya banyak dan berada dalam satu kandang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore