
Photo
JawaPos.com- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Tjahjo Kumolo telah meninggal dunia di usia 65 tahun, Jumat (1/7). Kepergian itu membawa duka mendalam banyak kalangan. Termasuk para kader PDI Perjuangan di Kota Surabaya.
’’Kami, keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Tjahjo Kumolo,” ujar Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono, Jumat (1/7).
Menurut Adi, sosok Tjahjo selama ini begitu dekat dengan para kader. Karena kedekatan itu, rasanya sudah seperti saudara. ‘’Kami biasa memanggil beliau dengan Mas Tjahjo. Semoga beliau mendapat tempat termulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata pria yang juga ketua DPRD Kota Surabaya itu.
Tjahjo menjabat sebagai Sekjen DPP PDIP, periode 2010-2015. Almarhum merupakan sosok pendamping setia Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Termasuk saat partai berlambang banteng moncong putih menempuh ’’jalan oposisi’’ atau memilih di luar pemerintahan di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Di masa-masa itu, lanjut Adi, Tjahjo sangat aktif turun ke daerah-daerah. Menata organisasi PDIP dan memberi suntikan semangat para kader di bawah. Di Kota Surabaya, misalnya. ‘’Pada Juni 2011, saya ingat Mas Tjahjo menyempatkan hadir di tengah-tengah puluhan ribu peserta jalan sehat peringatan bulan Bung Karno di Jalan Raya Darmo dan Taman Bungkul,” kenang Adi.
Berkat kerja keras dan gotong royong seluruh kader dan dukungan masyarakat luas, akhirnya PDIP bisa memenangkan Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2012. Capaian itu terus berlanjut hingga memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014, sekaligus membawa PDIP menjadi pemenang Pemilu 2014.
’’Mas Tjahjo termasuk yang mengajarkan kepada kami tentang kesabaran revolusioner. Sembari terus bergerak di tengah rakyat. Di masa ketika PDI Perjuangan menempuh jalan terhormat, menjadi oposisi di luar pemerintahan. Akhirnya, PDI Perjuangan kembali memimpin pemerintahan di negeri ini,” lanjutnya.
Adi menambahkan, Tjahjo adalah salah satu contoh sosok kader teladan yang kaya pengalaman. Sebelum menjadi Menteri PAN-RB, Tjahjo juga menduduki Menteri Dalam Negeri pada 2014-2019.
Sebelumnya, pria kelahiran Surakarta atau Solo itu pernah menjadi anggota DPR RI. Tjahjo bukan hanya memiliki kompetensi dalam setiap tugas dan amanah yang diembannya. Namun, lanjut dia, juga sangat menjiwai bagaimana nilai-nilai Pancasila dibumikan dalam praktik kebijakan publik.
‘’Seperti bagaimana ketika menjadi Mendagri, beliau selalu membela pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi kelompok-kelompok yang rentan diskriminasi,” paparnya.
Adi pun turut mendoakan agar seluruh kesalahan Tjahjo diampuni Tuhan Yang Maha Kuasa. Amal ibadahnya diterima. “Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketegaran dalam melewati situasi yang tidak mudah ini,” pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
