
BERKURANG DRASTIS: Suasana Terminal Tambak Osowilangun kemarin (21/5). Bus-bus AKAP maupun AKDP tak terlihat. Jumlah angkot yang beroperasi menurun jauh. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com- Belum ada solusi atas masalah bus yang mengangkut maupun menurunkan penumpang di luar Terminal Tambak Osowilangun (TOW) Surabaya. Dinas perhubungan melalui unit pengelola Terminal TOW masih berupaya untuk melakukan penataan ulang. Menurut rencana, akan ada pertemuan antara pengelola terminal dan pedagang hari ini (20/6).
Kemarin (19/6) bus yang mengangkut maupun menurunkan penumpang masih terlihat di depan terminal. Baik bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP). Bus yang naik dari dalam terminal tidak banyak. Jumlahnya tidak sampai sepuluh orang. Rata-rata lebih banyak yang naik atau turun di luar terminal.
Kepala Unit Terminal TOW Imam Hidayat mengakui, hal itu memang masih menjadi problem. Namun, bukan berarti pihaknya tinggal diam. ’’Kita sedang berupaya agar semuanya bisa tertata dengan baik. Terminal ramai, kios pedagang ramai, PO (perusahaan otobus, Red) juga bisa mendapat banyak penumpang dari dalam terminal,” paparnya.
Imam menerangkan, fenomena naik dan turunnya penumpang di luar terminal memang masih menjadi masalah klasik. Masalahnya, kewenangan dinas perhubungan (dishub) yang untuk sementara membawahkan terminal tipe A tersebut terbatas. Jika sudah berada di luar terminal dan posisinya di tepi jalan, dishub tidak berwenang menindak atau menertibkan. ”Itu wewenangnya kepolisian,” katanya.
Namun, pihaknya tetap melakukan pendekatan kepada para sopir maupun pihak PO pemilik armada. Sesuai aturan, bus sejatinya hanya boleh mengangkut dan menurunkan penumpang di dalam terminal.
Tapi, kata Imam, tentu dibutuhkan waktu untuk menata ulang terminal tersebut. Semua elemen di dalam terminal akan diajak berdialog. ”Senin besok (20/6) ada pertemuan dengan pedagang dan pemilik kios. Kemudian, nanti diagendakan lagi sama para sopir dan pemilik armada. Kita cari solusi terbaiknya,” jelasnya.
Sebelumnya, para pedagang di Terminal TOW mengeluhkan sepinya terminal. Hal itu berdampak pada sepinya kios atau warung di area tersebut. Mereka berharap segera ada solusi bagi para pedagang yang menempati stan di dalam terminal. Sebab, tidak sedikit yang menggantungkan nasib dari berjualan makanan dan minuman di tempat tersebut.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
