Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juni 2022 | 03.09 WIB

Pemkot Surabaya Tebus 729 Ijazah SMA yang Ditahan Sekolah

BISA UNTUK CARI KERJA: Sebanyak 729 lulusan SMA/MA/SMK menerima ijazah yang telah ditebus Baznas Surabaya. (Frizal/Jawa Pos) - Image

BISA UNTUK CARI KERJA: Sebanyak 729 lulusan SMA/MA/SMK menerima ijazah yang telah ditebus Baznas Surabaya. (Frizal/Jawa Pos)



JawaPos.com – Ratusan lulusan SMA/SMK/MA menunggak biaya sekolah. Kondisi tersebut berdampak pada penahanan ijazah oleh pihak sekolah. Padahal, dokumen itu sangat dibutuhkan. Termasuk untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Selasa (14/6) Pemkot Surabaya membantu menebus ijazah siswa yang ditahan tersebut. Total, ada 729 ijazah. Nilai keseluruhan mencapai Rp 1,7 miliar.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan langsung ijazah para siswa di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim, kemarin. Eri memotivasi para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab, menuntut ilmu harus dilakukan pada usia muda sebagai bekal ke depan.

Dia mengimbau agar faktor biaya tidak menjadi alasan untuk tidak berkuliah. ”Tolong teruskan ke bangku kuliah,” kata Eri.

Para siswa yang dibantu berasal dari 25 sekolah se-Surabaya. Mulai SMA, SMK, hingga MA. Semuanya adalah lembaga pendidikan swasta.

Sebetulnya, papar Eri, ada lebih dari 729 anak yang minta bantuan penebusan ijazah. Bantuan akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dana. Sebab, pemkot tidak ingin ada lagi siswa yang ijazahnya ditahan karena tidak bisa membayar biaya sekolah. Termasuk SPP.

”Kita sudah merdeka kok ijazah masih ditahan,” tegasnya, lalu disambut tepuk tangan para siswa dan orang tuanya.

Eri tidak ingin kasus serupa terulang lagi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya itu pun meminta lurah dan camat untuk turun ke bawah. Mendata setiap warga yang tidak mampu membayar sekolah. Dengan begitu, ada intervensi dari pemerintah terkait kesulitan warga. Sebab, kondisi itu akan berdampak pada psikologi anak.

”Jika ada anak yang tidak bisa bayar sekolah, pasti masuk sekolah akan malu. Jadi, harus ada solusi,” ujarnya.

Dia pun meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya terus berkoordinasi dengan Dispendik Jatim. Itulah bentuk kehadiran pemerintah.

Jika nanti anggaran pemprov berupa bopda dan BOS kurang, diupayakan ada mekanisme bantuan ke jenjang sekolah menengah atas. ”Saya tidak ingin lagi ada anak yang tidak bisa sekolah karena tidak mampu membayar,” tegasnya.

Dari mana anggaran menebus ijazah? Eri menjelaskan, saat ini dana penebusan ijazah berasal dari zakat yang dikeluarkan seluruh ASN di lingkungan Pemkot Surabaya. Dana zakat dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya. Nah, uang zakat yang terkumpul dialokasikan untuk dana pendidikan. Termasuk beasiswa. ”Saya terima kasih kepada semua ASN. Zakat yang kalian keluarkan bisa membuat anak-anak Surabaya tersenyum,” tuturnya.

Kadispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh segera berkoordinasi dengan Dispendik Jatim. Menurut dia, harus ada solusi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Misalnya, memetakan kebutuhan biaya per siswa. Sebab, pihak sekolah sudah dibantu pemerintah. Baik melalui bosda Pemprov Jatim maupun dana BOS dari APBN. ”Pasti nanti kami koordinasikan. Sebab, kasihan kalau anak tidak bisa ambil ijazah,” kata Yusuf.

Apalagi, yang terdampak adalah anak-anak Kota Surabaya. Jadi, harus ada kolaborasi. Yang terpenting, sambung Yusuf, tidak ada lagi anak yang tidak bisa meneruskan jenjang pendidikan atau bekerja karena tidak punya ijazah lantaran ditahan pihak sekolah.

Ega Maulana adalah salah seorang siswa yang tersenyum lega karena berhasil mendapatkan ijazahnya. Dia mengakui, dokumen itu sangat dibutuhkan. Selama ini dia tidak bisa mengambil ijazahnya karena menunggak biaya sekolah sekitar Rp 1,4 juta. Nah, agar dia bisa mengambil ijazahnya, sekolah meminta seluruh biaya itu harus dilunasi. ”Saya bersyukur. Bantuan ini sangat meringankan beban saya,” ucap Emil Kusmariyati, ibu Ega Maulana.

NUNGGAK SPP, SEKOLAH TAHAN IJAZAH

- Pemkot menebus 729 ijazah.

- Tersebar di 25 SMA/SMK/MA swasta.

- Total nilai tunggakan Rp 1,7 miliar.

- Tunggakan variatif antarsiswa. Rata-rata menunggak biaya SPP.

- Siswa yang masih nunggak akan dibantu secara bertahap.

- Dana berasal dari zakat ASN yang dihimpun Baznas Kota Surabaya.

Sumber: Reportase Jawa Pos

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore