Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juni 2022 | 03.57 WIB

Rumah Bung Karno di Surabaya Jadi Destinasi Wisata Baru

Fasad depan rumah Bung Karno. Humas Pemkot Surabaya - Image

Fasad depan rumah Bung Karno. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menambah satu destinasi wisata di Kota Pahlawan. Pemkot merevitalisasi rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean Gang IV No 40 Surabaya, menjadi museum.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, rumah kelahiran Bung Karno akan dilengkapi sejumlah artefak hingga ornamen pendukung. Museum itu akan menceritakan berbagai kisah perjuangan Bung Karno sejak lahir di Surabaya hingga sukses menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

”Lokasi rumahnya tetap. Justru, kami tambah dengan menaruh museum di sini. Kami jadikan wisata sejarah baru di Surabaya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi pada Senin (6/6).

Eri menyatakan, proses revitalisasi bangunan aset milik Pemkot Surabaya itu masih dilakukan. Pihaknya menargetkan, destinasi wisata museum itu segera dibuka dalam waktu yang tidak lama.

Nanti, rumah kelahiran Bung Karno dikoneksikan dengan destinasi wisata sejarah lain di kawasan itu. Konsep yang tengah disiapkan adalah Kampung Kebangsaan. Mengingat tidak jauh dari rumah itu ada rumah HOS Cokroaminoto Jalan Peneleh Gang VII Nomor 29-31, tempat kos Bung Karno selama menempuh pendidikan. Ada pula Langgar Dhuwur, masjid berusia 2 abad di kawasan itu disebut sebagai tempat mengaji Bung Karno.

Sebelumnya, rumah kediaman HOS Tjokroaminoto telah diresmikan menjadi museum oleh Pemkot Surabaya pada 27 November 2017. ”Di rumah HOS Cokroaminoto, Bung Karno juga sempat kos saat bersekolah di HBS (Hoogere Burgerschool Surabaya),” terang Eri.

Dengan menjadi museum, Eri berharap, pelajar sekolah hingga wisatawan umum bisa belajar kehidupan Bung Karno. Sehingga, sekaligus meneladani semangat Bung Karno.

”Semangat beliau (Bung Karno) bisa masuk ke dalam jiwa anak muda. Apalagi, Surabaya terkenal sebagai Kota Pahlawan. Selain Bung Karno, juga ada Bung Tomo dan pahlawan lain yang menggelorakan semangat melawan penjajahan,” ucap Eri.

Tak hanya sekadar museum, mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga menyebutkan, kawasan itu akan ditambah sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). ”Selain produsen makanan, kami ajak para pengrajin cinderamata seputar Bung Karno,” tutur Eri.

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menyatakan dukungan terhadap rencana pemkot. Sudah selayaknya anak muda sekarang meneladani semangat Presiden pertama RI itu.

”Pelestarian sejarah harus dilakukan dan harus dijaga. Sehingga, anak muda senantiasa sadar, Bung Karno dilahirkan dan digembleng di Peneleh. Surabaya ini merupakan dapur pergerakan nasional Indonesia,” kata Awi panggilan lekatnya.

Dia menambahkan, di rumah Jalan Pandean Gang IV No. 40 Surabaya, Presiden Pertama RI dilahirkan saat matahari mulai menyingsing di ufuk timur. ”Sehingga, beliau (Bung Karno) dikenal sebagai Sang Putra Fajar,” terang dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore