
Photo
JawaPos.com- Air laut pasang masih terjadi di perairan Surabaya. Kenaikannya mencapai 130 sentimeter dari kondisi normal. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya banjir rob hingga meluber ke daratan dan permukiman penduduk.
Di daratan, ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter. ’’Diprediksi terjadi sampai 4 Juni. Namun, kali ini tidak separah banjir rob yang terjadi pada akhir Mei lalu,’’ kata prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Adi Hermanto kemarin (1/6).
Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada. Terutama masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir laut. Jika air pasang, lebih baik mereka tidak beraktivitas di laut. Misalnya, mencari ikan atau berenang. Sebab, hal itu cukup membahayakan.
Peringatan tersebut disosialisasikan di Kampung Pelangi, Asemrowo. Beberapa hari terakhir, air laut meningkat. Fenomena itu terjadi pada pagi dan malam. Meski air tidak sampai meluber ke permukiman, kewaspadaan tetap dilakukan.
Ketua RW 2, Kampung Pelangi, Eko Prasetyo melarang seluruh warganya berenang ketika air sedang pasang. Terutama anak-anak. Jika ada yang melanggar, teguran pun diberikan. ’’Pernah ada anak-anak yang berenang. Langsung kami tegur dan larang walaupun mereka bisa berenang,’’ kata Eko.
Pihaknya tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan. Namanya fenomena alam, seketika bisa berubah. Belajar dari kejadian di Semarang, Jawa Tengah. Tingginya air laut membuat tanggul jebol dan mengakibatkan banjir bandang.
Selain memberikan teguran, lanjut Eko, jika air meluber hingga ke permukiman warga, pihaknya menutup wisata Kampung Pelangi. Sampai saat ini, meski pasang, air belum meluber ke daratan.
Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan mengatakan, ada dua wilayah yang perlu diwaspadai selama pasang air laut. Yaitu, Kampung Pelangi dan Sontoh Laut. Pengawasan di lokasi diperketat. Setiap hari patroli digelar. Yaitu, pada pagi dan malam, ketika air pasang terjadi.
’’Kami melarang keras warga, terutama anak-anak, berenang karena sangat membahayakan. Jika ada yang terlihat (berenang), langsung kami suruh naik ke daratan,’’ ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
