Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juni 2022 | 12.59 WIB

Wali Kota Surabaya Unjuk Kebolehan Seni Peran dalam Pentas Ludruk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi unjuk kebolehan mendalami peran sebagai raja pertama Kerajaan Majapahit Raden Wijaya dalam pertunjukan ludruk. Diskominfo Surabaya/Antara - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi unjuk kebolehan mendalami peran sebagai raja pertama Kerajaan Majapahit Raden Wijaya dalam pertunjukan ludruk. Diskominfo Surabaya/Antara

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi unjuk kebolehan seni peran sebagai raja pertama Kerajaan Majapahit Raden Wijaya dalam pentas ludruk yang disiarkan di salah satu stasiun televisi lokal di Jatim, Selasa (31/5) malam.

”Pengalaman pertama mendebarkan, tapi bikin ketagihan. Nanti kalau manggung lagi bakal lebih mantap,” kata Wali Kota Eri saat bercerita saat pertama tampil di pertunjukan ludruk seperti dilansir dari Antara di Surabaya.

Pada pentas tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi tidak sendiri. Dia bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya dan grup seniman Ludruk Luntas ikut mendalami peran sebagai anggota Kerajaan Majapahit.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri bersama jajaran Forkopimda Surabaya dan grup ludruk Luntas menceritakan asal mula terbentuknya Kota Surabaya pada zaman Kerajaan Majapahit.

Pertunjukan itu dimulai dari penampilan Tari Remo, setelah itu Parikan sebagai penanda dibukanya pertunjukan ludruk bertema Hoedjoeng Galoeh Asal Muasal Nama Surabaya. Pada awal pertunjukan, pentolan grup ludruk Luntas Robets Bayoned membuka dengan gaya bahasa khas Suroboyo-an.

Tidak lama kemudian, Wali Kota yang akrab dengan sapaan Mas Eri itu tampil sebagai raja yang memimpin pasukan Majapahit untuk melawan pasukan sekaligus mengusir tentara Tartar dari Kekaisaran Mongol.

Eri menyebutkan akan kembali main ludruk bersama jajaran Forkopimda Surabaya. Tujuannya adalah untuk melestarikan kesenian sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan.

”Setelah pandemi Covid-19 ini, salah satu cara kami menggerakkan perekonomian adalah dengan kesenian secara masif di Surabaya,” papar Eri.

Selain itu, Eri juga mendukung grup ludruk Luntas untuk melestarikan kesenian khas Surabaya. Menurut Eri, ludrukan ala Luntas berbeda karena membawakannya dengan cara kekinian sehingga cara ini dapat menarik minat anak muda Kota Surabaya menikmati kesenian tradisional.

”Saatnya Luntas membawa nama besar Surabaya, tunjukkan ke seluruh nasional bahkan hingga ke kancah internasional, Luntas ada dan yang terdepan,” ucap Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore