
PTM 100 persen hari pertama di SMPN 4 Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen tidak diikuti semua siswa. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memberlakukan PTM dengan kapasitas 100 persen seperti sebelum masa pandemi mulai Senin (28/3). Artinya, seluruh siswa dalam 1 kelas bisa mengikuti pembelajaran pada waktu bersamaan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, masih ada siswa yang belum mengikuti PTM. Rata-rata, 10 persen siswa di tiap kelas mengikuti pembelajaran via daring hari ini (28/3).
”Alhamdulillah 80–90 persen siswa di Kota Surabaya sudah menigkuti PTM hari ini (28/3),” kata Yusuf ketika dihubungi.
Sebanyak 10 persen siswa yang tidak mengikuti PTM itu, disebut Yusuf karena berbagai hal. Salah satunya adalah izin orang tua.
”Izin orang tua jadi yang paling utama. Bila orang tua tidak memberikan izin, bisa mengikuti pembelajaran via daring. Sebab sekolah masih menyediakan opsi pembelajaran daring. Masih hybrid ya. Bukan berarti PTM 100 persen terus nggak ada daringnya,” papar Yusuf.
Bila siswa tidak bisa mengikuti PTM, lanjut dia, sekolah akan memberikan metode home visit. Artinya, guru akan datang ke rumah siswa.
”Metode home visit sudah diberlakukan. Dilakukan untuk anak yang tidak bisa ikut PTM atau daring,” terang Yusuf.
Dia berharap, dalam seminggu ke depan, bisa mendapatkan kepercayaan para orang tua. Sehingga PTM bisa dilaksanakan dan diikuti semua siswa.
”Mudah-mudahan 1 minggu lagi tumbuh kepercayaan orang tua. Yang belum masuk bisa masuk,” papar Yusuf.
Yusuf menegaskan, penegakan protokol kesehatan menjadi syarat utama dalam pelaksanaan PTM. Ketika siswa masuk, mereka akan melakukan pengecekan suhu, lalu log in ke aplikasi PeduliLindungi.
”Dari pantauan saya ke berbagai SD dan SMP, semua siswa sudah terbiasa pakai masker. Tadi ada yang praktik wudu dan salat. Mereka habis wudu langsung pakai masker. Sudah terbiasa dan bisa hidup berdampingan dengan Covid-19,” kata Yusuf.
Salah satu siswa dari SMPN 3 Surabaya, Brian Iskra Pratama mengaku senang dengan PTM 100 persen. Sebab tidak pernah bertemu teman-teman sejak menjadi siswa SMP.
”Baru kelas X. Ini hari pertama ketemu teman-teman secara lengkap. Senang karena ramai,” tutur Brian.
Sementara itu, Rayhan Ibnu, siswa SMPN 4 Surabaya mengatakan, sempat ragu mengikuti PTM 100 persen. Sebab, orang tuanya sempat tidak memberi izin.
”Agak ragu soalnya nanti kelasnya full. Tapi senang karena ternyata prokesnya sangat aman,” kata Rayhan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
