
Photo
JawaPos.com- Sejak empat hari lalu beredar pesan video di WhatsApp dan Facebook soal anak perempuan yang dimakan buaya. Penyebar video itu menyebutkan, peristiwa mengenaskan itu terjadi di Tlocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Video itu pun viral. Wisata Bahari Tlocor pun terkena dampaknya. Pengunjung turun drastis.
Manajer Operasional Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Bahari Tlocor Alfina Damayanti mengatakan, berkali-kali teleponnya berdering. Banyak orang yang menanyakan kabar berita tersebut. Berkali-kali pula dia menjawab bahwa kejadian itu bukan di Tlocor. ’’Bisa didengar dari suara videonya, bukan di Jawa,’’ katanya.
Dia menelusuri, lokasi rekaman video tersebut berada di Kalimantan Timur. Kejadiannya pun berlangsung enam bulan lalu. ’’Hari ini (kemarin, Red) ada orang yang datang ke sini dan tanya ada buayanya atau tidak,’’ cerita perempuan yang akrab disapa Ina tersebut.
Sayangnya, efek kabar itu, Ina menyebut ada penurunan pengunjung yang sangat drastis. Terutama pengunjung yang akan naik perahu wisata. Padahal, tiga hari ini libur panjang akhir pekan. Ina mengatakan, saat weekend biasanya per hari bisa sampai 1.000 pengunjung yang tercatat di loket masuk. Sedangkan saat ini jumlah pengunjung hanya sekitar 400 orang.
’’Selain itu, hari ini (kemarin) perahu hanya dua kali beroperasi, kemarin hanya tujuh kali. Kapasitas perahu 16 orang. Jadi, hanya sekitar 32 orang,’’ kata Ina. Padahal, weekend biasanya sehari bisa 15 kali. Sekali jalan satu perahu juga penuh 16 penumpang.
Ina berharap masyarakat mengecek dulu kebenaran informasi yang diterima. ’’Di sini aman, tidak ada buaya,’’ ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Djoko Supriyadi memastikan, lokasi kejadian di video tersebut bukan di Sidoarjo. ’’Tidak ada laporan dan semua instansi, termasuk disporapar, tidak bertindak tentang adanya video manusia dimakan buaya. Maka, dipastikan video tersebut bukan di Sidoarjo,’’ kata Djoko.
Jika di Sidoarjo, sudah tentu pihak kepolisian dan instansi terkait langsung bertindak. Artinya, Tlocor aman. ’’Masyarakat silakan ke Tlocor dan Pulau Lusi. Pengelola wisata Tlocor siap menyambut dan melayani,’’ tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
