
Photo
JawaPos.com- Sejauh ini, minyak goreng di pasaran masih relatif langka. Di beberapa penjual gelap, harganya juga masih di atas harga eceran tertinggi (HET). Kondisi itu ternyata memicu niat jahat tiga sekawan untuk mencuri atau menggarong minyak goreng. Yakni, Harlex, 37; Joko Utomo, 38; dan Oktavianus, 30.
Komplotan mereka itu mengambil jalan pintas dengan mencuri dari PT WNI (Wilmar Nabati Indonesia) yang berlokasi di Gresik. Perusahaan tersebut tak lain adalah tempat Harlex bekerja.
Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan menceritakan, Harlex merupakan otak aksi pencurian minyak goreng tersebut. Pencurian bermula ketika Harlex ditugasi untuk mengirim 150 dus minyak goreng ke salah satu konsumen. Melihat harga minyak goreng yang sedang melambung tinggi dan langka, Harlex tergiur mendapatkan keuntungan besar.
Harlex mempunyai ide untuk mencuri minyak goreng. Untuk melancarkan aksinya, Harlex pun menghubungi Joko. Dalam komunikasi, Harlex meminta Joko untuk mencari pembeli dalam partai besar. Yaitu, berani membeli minyak sebanyak ribuan bungkus sekaligus.
Joko menghubungi Oktavianus. Calon pembeli pun didapat. Rabu (2/2) sekitar pukul 18.00, Joko meminta Harlex untuk mengirim barang ke Jalan Dumar Industri. Joko memberitahukan bahwa ketika berada di lokasi, Harlex akan bertemu pembeli berinisial I. Bergegas Harlex menuju lokasi yang dimaksud.
Transaksi pun dilakukan. Sebanyak 150 dus minyak berukuran 1 liter dan 5 liter berhasil dijual. Totalnya 1.800 bungkus. Dari penjualan itu, puluhan juta rupiah berhasil dikantongi. ’’Dari hasil penjualan, setiap pelaku bisa dapat Rp 8 juta‒Rp 10 juta,’’ kata Hari kemarin (6/2).
Aksi pelaku menuai kecurigaan PT WNI tempat Harlex bekerja. Sebab, PT WNI mendapatkan laporan bahwa minyak goreng kirimannya belum juga sampai ke pemesan. Pada waktu bersamaan, Harlex tidak lagi bisa dihubungi.
Merasa ada yang tidak beres, PT WNI melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Hari menjelaskan, pencarian segera dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti. Jumat (4/2) Harlex berhasil ditangkap di kediamannya di Jalan Kalibutuh Timur, Surabaya. Setelah diinterogasi di tempat, Harlex mengakui perbuatannya.
Di hadapan petugas, Harlex mengaku aksi pencurian itu juga dilakukan Oktavianus dan Joko. Keduanya tengah berada di area Pergudangan Dumar Industri. Pada waktu yang sama, polisi pun menuju lokasi yang dimaksud, lalu meringkus dua pelaku lain.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
