Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Februari 2022 | 18.52 WIB

Terapkan PTM Satu Sesi, Pembelajaran di Sekolah Hanya Tiga Jam

TAAT PROKES: Siswa sedang mendengarkan penjelasan guru saat pelaksanaan PTM terbatas di SMPN 1 Surabaya. Dinkes Kota Surabaya melakukan uji usap secara berkala untuk mendeteksi potensi persebaran Covid-19 pada siswa dan guru. Sedangkan dispendik meminta s - Image

TAAT PROKES: Siswa sedang mendengarkan penjelasan guru saat pelaksanaan PTM terbatas di SMPN 1 Surabaya. Dinkes Kota Surabaya melakukan uji usap secara berkala untuk mendeteksi potensi persebaran Covid-19 pada siswa dan guru. Sedangkan dispendik meminta s

JawaPos.com – Sekolah tidak menunggu waktu lama untuk memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) satu sesi. Kamis (3/2) sejumlah lembaga mulai menggelar PTM satu sesi berkapasitas 50 persen. Itu diterapkan sehari setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan instruksi untuk menghindari klaster sekolah akibat meningkatnya kasus aktif Covid-19 varian Omicron.

Salah satunya, SMPN 3 Surabaya. Kemarin sekolah di Jalan Praban itu memberlakukan PTM satu sesi. Sebanyak 50 persen siswa mengikuti sekolah tatap muka mulai pukul 06.30 hingga 09.30. ’’Mulai hari ini (kemarin, Red) kami ikuti instruksi dinas pendidikan,’’ kata Wakil Kepala SMPN 3 Surabaya M. Lutfi.

Adapun 50 persen siswa lainnya mengikuti pembelajaran secara daring. Pembelajaran dari rumah itu berlangsung setelah PTM tuntas. Yaitu, pukul 10.00 sampai 13.00. ’’Durasi sama. Masing-masing tiga jam,’’ ujar Lutfi.

SMPN 28 Surabaya juga menata ulang format PTM. Dari sebelumnya dua sif menjadi satu sif per hari. Kepala SMPN 28 Triworo Parnoningrum mengatakan, kebijakan itu mengikuti instruksi wali kota yang diteruskan dengan surat edaran kepala Dinas Pendidikan Surabaya.

’’Ini dilakukan karena kondisi pandemi Covid-19 sedang naik. Jadi, perlu pembatasan,’’ ujar Triworo.

Anak-anak datang ke sekolah secara bergantian. Siswa yang masuk dalam sif I lebih dulu mengikuti PTM. Sedangkan yang masuk sif II mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online. Seperti diketahui, sebelumnya pihak sekolah membagi siswa dalam sif I dan sif II. ’’Nah, besok gantian. Yang hari ini PTM, besok daring. Kalau hari ini daring, besok PTM. Begitu seterusnya,’’ jelas Triworo.

Khusus untuk PJJ, kegiatan belajar-mengajar berlangsung seperti semula. Yaitu ketika masa awal pandemi dulu. Mereka mengikuti pembelajaran dari rumah sesuai dengan mapel yang sudah dijadwalkan.

’’Pembelajaran online kembali seperti dulu,’’ tuturnya.

Tapi, belum semua sekolah menerapkan PTM satu sesi. Ada juga satuan pendidikan yang masih memberlakukan PTM 100 persen dalam dua sesi per hari. Kapasitas per sif 50 persen. Kondisi itu berlangsung di SMPN 30.

Kepala SMPN 30 Surabaya Effendi Rantau mengatakan, pihaknya perlu waktu untuk mengubah kebijakan teknis PTM. Sekolah juga harus berkomunikasi dengan banyak pihak. Terutama dengan wali murid. Selain itu, harus menyiapkan sarana-prasarana untuk pembelajaran hybrid. ’’Surat pemberitahuan dari dinas pendidikan juga mendadak,’’ katanya.

Surat edaran tertulis dari Kadispendik Surabaya Yusuf Masruh diterima sekolah malam. Nah, dengan surat edaran yang mendadak itu, persiapan menjadi kurang matang. Harus ada sosialisasi ke wali murid. Dengan begitu, SMPN 30 sepakat untuk menerapkan PTM satu sesi mulai Senin (7/2) pekan depan. ’’Ini kan butuh persiapan. Kita sepakat (PTM satu sesi, Red) mulai Senin depan,’’ jelas Effendi.

Salah satu sekolah yang kembali menerapkan pembelajaran hybrid adalah SDN Ketintang I. Hanya 50 persen siswa yang datang ke sekolah kemarin. Separonya lagi mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah dengan menggunakan aplikasi Teams. Jadi, siswa yang datang PTM maupun belajar dari rumah bisa mengikuti materi bersamaan. Pembagiannya berdasar nomor presensi ganjil dan genap.

Pihak sekolah juga mengatur jam masuk dan pulang bagi siswa yang mengikuti PTM. Misalnya, siswa kelas I masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 08.30. Sementara itu, siswa kelas II masuk pukul 09.00 dan pulang pukul 10.30. ’’Ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerumunan (saat masuk dan pulang sekolah),’’ terang Kepala SDN Ketintang I Agus Widodo.

KASUS COVID-19 NAIK, DISPENDIK UBAH TEKNIS PTM


- Satuan pendidikan mengatur jadwal PTM siswa secara bergantian per hari.

- Sekolah pastikan semua siswa mendapat layanan pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing.

- Menerapkan prokes secara ketat dan disiplin.

- Siswa lebih disarankan untuk ikut PJJ jika:

a. Siswa sakit atau bergejala sakit.

b. Memiliki anggota keluarga yang sakit.

c. Punya anggota keluarga lansia yang belum divaksin.

Sumber: Dispendik Kota Surabaya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore