
Ilustrasi tawuran. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Warga yang akan mendapatkan vaksin booster tidak harus membawa KTP Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya sudah menyiapkan vaksin booster atau dosis ketiga untuk warga.
Hanya saja menurut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pihaknya masih menunggu panduan pelaksanaan.
”Kemarin Pak Pangdam (V Brawijaya) datang ke pemkot, kita membahas booster. Kalau sudah ada panduan dan ada barangnya, kita tahu apakah ini nanti yang menjadi sasaran utama siapa. Jadi belum ada kepastian,” kata Eri pada Rabu (12/1).
Meski demikian, Eri mengatakan, siapapun yang akan mendapatkan vaksin booster tidak perlu membawa KTP. Otomatis, vaksin booster tidak hanya untuk warga Surabaya.
”Ketika melakukan vaksin tidak hanya warga Surabaya, siapa pun yang bekerja di Surabaya, tinggal di Surabaya harus dapat vaksin,” tegas Eri.
Kebijakan itu diakui Eri mengacu pada Kota Surabaya yang memiliki banyak pekerja dari luar kota. Sehingga, dia berharap seluruh warga bisa mendapatkan vaksin Covid-19 secepatnya.
”Karena ketika dari luar kota bekerja di Surabaya, kalau belum divaksin di daerahnya, di Surabaya juga belum vaksin, dampaknya ke warga Surabaya juga. Sehingga kita lakukan vaksin booster untuk semua,” jelas Eri.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebut, aturan itu sama dengan kebijakan vaksinasi dosis 1 dan 2 sebelumnya. Aturan itu, membebaskan warga penduduk manapun untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Kota Surabaya.
”Sama saja ketika vaksin booster di Surabaya. Karena buat kita, bukan hanya Surabaya, tapi penyangga Kota Surabaya ini juga penting. Ketika penyangga kuat dan sehat, Surabaya menjadi kuat dan sehat,” beber Eri.
Ditanya siapa saja yang akan menjadi prioritas, Eri menjawab, masih menunggu instruksi. Bila instruksi atau petunjuk teknis sudah didapatkan, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan dinkes. ”Nanti kita lihat sasarannya ke siapa saja dilakukan secepatnya,” terang Eri.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan tanggal pelaksanaan vaksin booster. ”Kami masih menunggu juknis,” kata Nanik ketika dihubungi pada Selasa (11/1).
Vaksin itu rencananya diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) terlebih dahulu. Kemudian, lansia. Karena juknis belum ada, Nanik belum bisa memastikan kapan vaksin booster akan dilakukan. ”Kita tunggu nanti, belum bisa jawab kapan jadwalnya,” ujar Nanik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
