Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 November 2021 | 02.48 WIB

Mengunjungi Pesarean Eyang Kudo Kardono Sering Diziarahi Pejabat

TUJUAN UTAMA: Di sinilah makam Eyang Kudo Kardono. Peziarah yang masuk harus menunjdukkan tubuhnya agar bisa melewati pintu. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

TUJUAN UTAMA: Di sinilah makam Eyang Kudo Kardono. Peziarah yang masuk harus menunjdukkan tubuhnya agar bisa melewati pintu. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Makam Eyang Kudo Kardono tidak hanya menyimpan sejarah masa kejayaan Majapahit. Tapi juga memiliki aura positif untuk ngalap berkah. Karena itu, beberapa pejabat negara juga menyambanginya. Konon, kalau tujuannya baik, akan ada wejangan yang didapat.

----

Berada di Jalan Cempaka, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, makam Eyang Kudo Kardono selalu didatangi peziarah. Terlebih pada malam Jumat Legi. Di dalam area pesarean, terdapat beberapa makam dan dua bangunan cungkup khas Jawa. Makam Eyang Kudo Kardono berada di cungkup belakang.

Pintu masuk makam dibuat pendek agar orang menunduk. Di bagian dalam, terdapat beberapa makam pengikut Eyang Kudo Kardono. Di dalamnya juga terdapat bangunan inti. Dua payung mutho berada tepat di pintu bangunan inti. Termasuk sebuah kain hitam dengan corak bulatan warna merah, putih, dan kuning.

Harum dupa sangat menyengat. Satu per satu peziarah mulai masuk. Semuanya wajib berjalan jongkok dan menunduk. Begitu pun saat keluar dari pintu bangunan inti tersebut. Hal itu dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada Eyang Kudo Kardono.

Terdapat lima makam di dalam pesarean. Salah satunya, Eyang Kudo Kardono. Dikenal sebagai panglima perang Majapahit era Raja Jayanegara, makamnya selalu dikunjungi orang. Termasuk dari luar Surabaya. Tujuan dan maksudnya bermacam-macam.

Jawa Pos dan tim mencoba untuk menggali informasi dari berbagai sumber. Praktisi spiritual Bambang Hadi Purnomo mengatakan, Eyang Kudo Kardono selalu menerima para peziarah dengan baik. Termasuk jika ada tujuan dan maksud yang melenceng. Hanya, beliau tidak akan membantu dan yang ada malah sebaliknya.

’’Eyang ini tidak suka jika ada ritual dengan niat kurang baik,’’ terangnya.

Menurut Bambang, makam Eyang Kudo Kardono kerap didatangi tokoh besar. Salah satunya, mantan Presiden Soeharto. Hal itu terbukti dari beberapa foto yang terpampang di dinding makam. Kedatangan petinggi negara tersebut bukan tanpa alasan. Salah satunya meminta wejangan dan kelancaran dalam memimpin.

Sebab, Eyang Kudo Kardono sangat senang jika ada peziarah yang datang dengan membawa kepentingan banyak orang. Secara tidak langsung, petunjuk dari beliau akan tersampaikan. Entah dari mimpi atau jalan lain. Bambang mengatakan, bisanya para pejabat itu membawa guru spiritual. Nah, wejangan yang didapat sering melalui guru spiritualnya.

Bahkan, lanjut dia, Eyang Kudo Kardono juga memberikan pesan jika hendak ada musibah atau bencana. Makam Eyang Kudo Kardono juga ramai menjelang pilkada. Para legislator biasanya datang dan meminta izin. ’’Kalau datang dengan niat jelek, bisa jadi hidupnya hancur,’’ ucapnya.

Sumali, juru kunci makam, membenarkan hal tersebut. Dia menuturkan, banyak pejabat yang datang untuk berziarah. Di antaranya, beberapa pemimpin daerah. Mereka datang bukan tanpa alasan. Yakni, mencari ketenangan dan petunjuk.

Pesarean Eyang Kudo Kardono memang keramat. Pengambilan gambar dari tim Jawa Pos harus melalui ritual. Khususnya saat berada di bangunan inti atau lokasi makam Eyang Kudo Kardono. Tujuannya, memberikan penghormatan dan menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Bambang menjelaskan, aura positif memang terasa di bangunan makam Eyang Kudo Kardono. Namun, saat keluar, suasananya sudah berbeda. Maklum, di kompleks makam juga terdapat lokasi pemujaan. Selain itu, di area pojok belakang ada energi yang kurang baik karena sering digunakan untuk meminta pesugihan.

Bentuk pesugihannya bermacam-macam. Bergantung kesempatannya. Makhluk itu bukan asli dari pesarean. Mereka datang dari berbagai tempat. Nah, untuk menghubungkan dengan ritual pesugihan, biasanya ada seorang perantara. Semuanya dilakukan dengan kesepakatan tertentu. Termasuk soal risikonya seperti apa.

Tim Jawa Pos juga datang ke lokasi tersebut. Tepatnya di sebelah pojok di bawah bambu. Di sana memang sudah ada beberapa kursi. Menurut Bambang, di area tersebut banyak makhluk dengan energi tidak baik. Mulai tuyul, genderuwo, hingga kuntilanak. Mereka berada di lokasi untuk menggoda peziarah. Terutama yang datang dengan maksud kurang baik.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore