Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Juli 2021 | 21.18 WIB

Dana untuk Atasi Covid-19, Pemkot Surabaya Tunda Proyek Infrastruktur

Ilustrasi kota surabaya. rafika/JawaPos.com - Image

Ilustrasi kota surabaya. rafika/JawaPos.com

JawaPos.com – Persebaran virus korona kembali memakan ’’korban”. Sejumlah proyek infrastruktur yang telah dirancang urung berjalan. Sebab, sebagian besar dana pembangunan tersebut dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Tercatat, ada beberapa proyek fisik yang ditunda. Contohnya, penambahan flat. Tahun ini ada dua hunian vertikal anyar yang bakal diwujudkan. Lokasinya berada di Gunung Anyar dan Pakal. Sayangnya, rencana tersebut tidak sepenuhnya terealisasi.

Kabid Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Adi Gunita menjelaskan, pengerjaan satu flat tidak bisa berjalan. Yaitu, hunian vertikal di Pakal. ’’Ditunda karena Covid-19,’’ ucapnya saat ditemui di RS Lapangan Tembak, Senin (5/7).

Dana pembangunan flat itu di-refocusing. Anggaran dialihkan untuk penanganan virus korona. Sebab, saat ini kesehatan warga merupakan yang paling utama.

Lain halnya dengan flat di Gunung Anyar. DPRKP CKTR memastikan, pengerjaan hunian di wilayah timur tersebut terus berjalan.

Kapasitas bangunan bakal ditambah. Menurut Adi, flat di Gunung Anyar ditambah satu gedung. Kapasitasnya mencapai 100 unit. Pengerjaan dimulai pertengahan tahun ini. ’’Sehingga total kapasitas flat di Gunung Anyar mencapai 200 unit,’’ terangnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Pastikan Pasokan Oksigen Aman dan Mencukupi

Selain flat, sejumlah proyek infrastruktur lain ditangguhkan akibat persebaran virus korona. Contohnya, di bidang gedung dan bangunan. Semula, ada 15 proyek yang bakal dikerjakan tahun ini. Setelah refocusing anggaran, mayoritas proyek ditunda. Terhitung hanya lima pembangunan yang terus berjalan.

Misalnya, rencana pembangunan dan rehab gedung pemerintahan. Kabid Bangunan Gedung DPRKP CKTR Iman Krestian Maharhandono menuturkan, ada tiga proyek yang akan dikerjakan. Yakni, rehab Kelurahan Penjaringan Sari, rehab Kelurahan Jajar Tunggal, serta peremajaan genset di gedung Siola. ’’Seluruhnya ditangguhkan,’’ ucapnya kemarin.

Perbaikan dan penambahan fasilitas gedung olahraga juga dibatalkan. Yaitu, rehab Gelora Bung Tomo (GBT). Rencananya, tahun ini pemkot memperbaiki ruang ganti pemain.

Refocusing anggaran juga menyentuh infrastruktur pendidikan. Dari empat proyek pembangunan gedung sekolah, yaitu rehab SDN Simomulyo 1, SDN Mulyorejo 1, SMPN 63, dan SDN Lidah Kulon 1, seluruhnya ditunda. Dana pembangunan dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga: SE PPKM Darurat di Surabaya: Pendidikan Daring, Tempat Ibadah Tutup

Meski banyak yang ditunda, masih ada lima pembangunan yang terus berjalan. Yakni, lanjutan pengerjaan RS Soewandi, rehab Liponsos Keputih, pembenahan Gedung Serbaguna (GSG) Jugruk Rejosari dan GSG Sememi, serta penambahan fasilitas di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Studio Dolly. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore