Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Maret 2021 | 14.03 WIB

Alun-Alun Suroboyo Disiapkan Jadi Tempat Berkreasi Para Seniman

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji disambut kesenian reog saat meresmikan Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin) di Perumahan Gunung Anyar Emas, Surabaya, Sabtu (27/3). Humas Pemkot Surabaya/Antara - Image

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji disambut kesenian reog saat meresmikan Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin) di Perumahan Gunung Anyar Emas, Surabaya, Sabtu (27/3). Humas Pemkot Surabaya/Antara

JawaPos.com–Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyatakan Alun-alun Suroboyo siap menjadi tempat berkreasi dan berekspresi bagi para seniman di Kota Surabaya, Jawa Timur.

”Alun-alun itu cukup luas dan sangat strategis tempatnya. Berada di tengah kota, alun-alun ini tepat jadi tempat berkreasi dan berekspresi para seniman,” kata Armuji seperti dilansir dari Antara saat meresmikan Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin) di Perumahan Gunung Anyar Emas, Surabaya, Sabtu (27/3).

Armuji memastikan, Pemkot Surabaya akan terus mendukung berbagai kesenian di Kota Surabaya. Apalagi, lanjut dia, saat ini sudah ada Alun-alun Suroboyo yang akan menjadi panggung untuk mengekspresikan seni di Surabaya. Hanya saja, sekarang ini belum dibuka karena dikhawatirkan dapat memunculkan kerumunan massa.

Armuji menyampaikan terima kasih kepada para seniman yang telah membentuk Sanggar Samin tersebut. Dia berharap sanggar tersebut bisa terus eksis dan melakukan latihan-latihan mencetak seniman Surabaya.

”Namun, karena ini masih masa pandemi, kalau latihan-latihan saya harap tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Armuji.

Dia juga yakin anak-anak atau anggota sanggar terus dilatih dan bakatnya terus diasah. Dengan begitu, bukan tidak mungkin bisa berprestasi hingga mengharumkan nama Surabaya dan bahkan Indonesia.

”Saya berharap, melalui sanggar ini, akan muncul seniman-seniman baru yang bisa membanggakan Kota Surabaya, jadi ayo jangan takut berkreasi,” tutur Armuji.

Sementara itu, Ketua Samin Maimura mengaku memberi nama Samin karena terinspirasi dari suku Samin. Suku itu belum terkontaminasi dalam kondisi saat ini.

Maimura menyebut suku Samin berdaulat di bidang budaya, ekonomi, dan juga politik. ”Saya pernah diundang ke sana untuk acara festival,” kata Maimura.

Selain itu, dia juga mengaku terketuk hatinya untuk membentuk sanggar karena kesenian itu milik warga. Terutama ludruk yang merupakan kesenian asli Surabaya. Dulu ludruk itu digunakan untuk melawan penjajah, sehingga spirit dan semangat itulah yang harus ditularkan terus kepada anak-anak penerus bangsa.

”Di sanggar ini akan kita ajarkan semua kesenian, termasuk tari, musik, teater, seni rupa, dan berbagai seni lainnya,” terang Maimura.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore