
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com – Tren terbaru persebaran Covid-19 di Surabaya didominasi klaster di tempat kerja dan keluarga. Temuan itu hasil analisis dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya yang menelaah data tracing pasien terkonfirmasi positif pada 1–7 Maret.
Analisis tersebut mendasarkan pada 200 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota satgas tersebut lantas melakukan data analisis dan tracing yang melibatkan petugas kecamatan. Hasilnya, 36 persen kasus diketahui berasal dari penularan di tempat kerja. Termasuk perkantoran. Temuan kedua terbanyak berasal dari kontak erat anggota keluarga yang terkonfirmasi positif. Kasusnya mencapai 34 persen.
’’Dua klaster ini masih dominan di Surabaya,’’ kata Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto kemarin (12/3). Untuk mencegah kasus yang lebih luas, satgas rutin melakukan pengawasan ketat. Sasarannya termasuk perkantoran. Asesmen juga dilakukan dengan aktif. ’’Tentu ini warning agar selalu waspada,’’ imbuhnya.
Selain dua klaster itu, Irvan membeberkan dua faktor lain yang berpengaruh besar terhadap kasus positif di Surabaya. Yakni, pasien yang mempunyai komorbid atau penyakit bawaan. Jumlahnya mencapai 15 persen.
Kemudian, persebaran kasus yang timbul dari kerumunan 7,5 persen. Lalu, orang yang terkena Covid-19 karena bepergian ke luar kota sebanyak 5 persen. Sementara itu, faktor bekerja di fasilitas kesehatan atau tenaga medis hanya 2,5 persen.
Irvan menambahkan, dari 200 sampel kasus tersebut, pasien Covid-19 telah rutin melakukan isolasi. Sebagian besar menjalani isolasi mandiri di rumah sakit yang disiapkan pemerintah. Jumlahnya sampai 50,5 persen. ’’Ini termasuk yang isolasi mandiri di HAH (Hotel Asrama Haji, Red) yang kita siapkan,’’ jelasnya.
Yang menarik, ternyata masih banyak pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Jumlahnya sampai 44,5 persen. Padahal sebelumnya, pemkot mewanti-wanti agar proses isoman tidak dilakukan di rumah. Sebab, hal itu sangat berisiko menulari anggota keluarga yang lain.
Menurut Irvan, pihaknya sudah melakukan pengetatan. Evaluasi juga digelar agar persyaratan terkait dengan pelaksanaan isolasi mandiri di rumah bisa selektif. Misalnya, rumah harus berukuran luas untuk menghindari kontak dengan anggota keluarga yang lain. Kamar mandi atau WC harus terpisah dengan anggota keluarga yang tidak tertular.
Baca Juga: Fenomena Penemuan Gunung Penuh Emas, Rakyat Kongo Ricuh Berebutan
’’Karena kan banyak kasus yang terjadi akibat kontak erat dari keluarga yang terkonfirmasi Covid-19. Khususnya bagi rumah yang terdapat orang yang lanjut usia,’’ papar kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas (BPB Linmas) Surabaya itu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/62gc9F5r1CM
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022