Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Maret 2021 | 00.52 WIB

Sebanyak 25 Ribu Guru SD-SMP di Surabaya Bakal Terima Vaksin Covid-19

PERSIAPAN SEKOLAH: Seorang guru disuntik vaksini Covid-19 di SMA Negeri 70 Jakarta. Sebanyak 650 orang mengikuti vaksinasi kemarin. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

PERSIAPAN SEKOLAH: Seorang guru disuntik vaksini Covid-19 di SMA Negeri 70 Jakarta. Sebanyak 650 orang mengikuti vaksinasi kemarin. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com–Komitmen Pemerintah Kota Surabaya untuk mengebut vaksinasi Covid-19 kembali dilakukan dengan melakukan vaksinasi kepada tenaga pengajar.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menjelaskan, jumlah guru yang didaftarkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sebanyak 25.422 orang.

”Jumlah tersebut terdiri atas guru jenjang SD dan SMP. Dari jumlah itu, sekitar 20 persen yang menjadi prioritas awal,” kata Febriadhitya Prajatara di RSUD Soewandhie pada Jumat (12/3).

Sedangkan untuk lokasi vaksinasi bagi para guru, kata Febriadhitya Prajatara, dilaksanakan di puskesmas terdekat dari masing-masing sekolah.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pengajar atau guru dilakukan secara bertahap. Dipastikan seluruh guru di Surabaya akan menerima vaksin. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu distribusi bantuan vial vaksin dari pemerintah pusat.

”Kemarin sudah dapat lagi sekitar 15 ribuan untuk menuntaskan vaksin lansia dosis kedua. Semakin cepat kami berusaha maksimal memberikan vaksin pada tahap kedua ini semakin cepat pula bantuan distribusi vaksin berikutnya dari pemerintah pusat,” terang Febriadhitya Prajatara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, vaksinasi bagi kalangan guru di Kota Surabaya sudah berlangsung sejak Selasa (9/3). Guru SD dan SMP di Surabaya menjadi bagian sasaran dalam program vaksinasi tahap dua dosis pertama.

”Vaksinasi bagi guru sudah dimulai. Saat ini yang diprioritaskan awal adalah mereka para guru yang sudah umur lansia,” tutur Febria Rachmanita.

Febria Rachmanita menambahkan, vaksinasi tahap dua itu tak hanya menyasar bagi kalangan guru dan lansia. Dosen serta ulama juga menjadi target. Vaksinasi diberikan secara bertahap sesuai dengan jumlah vaksin yang diterima.

”Tinggal guru, dosen, terus ulama, ada beberapa yang belum. Vaksin untuk guru saat ini kita ambil 20 persen dari jumlah vaksin yang ada,” terang Febria Rachmanita.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=pIXODd_GJIw

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore