
Kepala Bidang Bangunan dan Gedung DPRKPCKTR Iman Krestian menunjukkan lokasi rencana pembangunan RS Gunung Anyar. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya sedang membangun rumah sakit baru di wilayah Gunung Anyar Surabaya. Di lahan 1,4 hektare itu, pemkot akan membangun RS Tipe C yang diproyeksikan sebagai RS Tipe B. Lokasinya dekat MERR Gunung Anyar untuk mempermudah akses keluar masuk warga.
Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya Iman Krestian mengatakan, desain RS sudah disiapkan.
”Lelang menunggu keputusan wali kota definitif,” tutur Iman ketika ditemui pada Rabu (27/1).
Setelah masa lelang berakhir, pembangunan baru bisa dilaksanakan. Hanya saja, pihaknya menunggu wali kota terpilih sebelum memulai pembangunan. Di RS tersebut, skema pembangunannya tidak jauh berbeda dengan RS Soewandhie. ”Rencananya ada 5 lantai dengan total 150 bed,” tutur Iman.
Dengan pembangunan RS Gunung Anyar tersebut, Surabaya akan memiliki 3 rumah sakit daerah, yakni RS BDH di Jalan Kendung No. 115–117, Sememi, Kecamatan Benowo; RS Soewandhie di Jalan Tambak Rejo No. 45–47, Tambakrejo, Kecamatan Simokerto; dan RS Gunung Anyar. ”Ini membangun RS dari nol,” terang Iman.
Iman mengungkapkan, proyek pengerjaan itu masuk dalam program jangka panjang. Saat ini, pemkot sudah mempunyai basic design pembangunan rumah sakit itu.
”Komitmen untuk multiyears lalu siap lelang, tapi tunggu wali kota definitif dulu. Basic design dan semua persiapan sudah siap, tapi memang butuh komitmen wali kota baru dan DPRD,” jelas Iman.
Rencananya, pembangunan RS dilangsungkan selama 2 tahun dan ditargetkan selesai pada 2022. Untuk pembangunan RS di Jalan Raya Wiguna Selatan Indah itu dialokasikan anggaran sebesar Rp 20 M.
”Anggaran pembangunan rumah sakit sebesar Rp 20 M. Sebanyak 80 persen lahan bangunan diproyeksikan untuk ruang terbuka hijau,” tutur Iman.
Selain itu, Iman juga menyebut, akan ada beberapa puskesmas yang diproyeksikan sebagai rumah sakit. Puskesmas tersebut berada di wilayah Tanjungsari dan Tanah Kali Kedinding. Total anggaran sebesar Rp 5 M untuk pengembangan tersebut.
”Anggaran tersebut untuk menambah poliklinik supaya setara dengan RS Tipe B,” terang Iman.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6txYq3GbY5Q

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
