
MENYESATKAN: Barang bukti kasus hoaks dengan tersangka Tri Setyo berupa handphone dan chat whatsapp yang sudah diamankan polisi. (Ludry Prayoga/Jawa Pos)
JawaPos.com – Gara-gara menjadi tersangka pembuatan konten hoaks dari dalam Lapas Porong, Sidoarjo, Tri Setyo mendapat hukuman. Terpidana kasus pembunuhan itu dimasukkan sel isolasi. Yakni, sel khusus untuk mereka yang melakukan pelanggaran berat. Dia pun tidak dapat bersosialisasi dengan sesama napi di lapas.
Menurut Gun Gun Gunawan, kepala Lapas Kelas I Surabaya di Porong, sekitar dua hari lalu pihak kepolisian memeriksa Tri Setyo. Tim dari lapas pun melakukan pemeriksaan internal. Termasuk menggeledah kamarnya dan berhasil menemukan handphone (HP) yang dipakai untuk menyebarkan kabar hoaks. ’’Awalnya tidak mengaku,’’ katanya, Kamis (21/1).
Tapi, lanjut Gun Gun, setelah petugas mengobok-obok, akhirnya Tri Setyo tak bisa mengelak. Warga asli Gresik tapi beralamat di Sidoarjo itu menyimpan telepon genggam di lapas. Dari keterangannya, HP tersebut sudah lama diselundupkan. Yakni, sejak Mei 2019 atau ketika masuk lapas. Penyelundupan itu melalui temannya.
Modus para pembesuk napi atau tahanan menyelundupkan barang terlarang ke lapas memang beragam. Di antaranya, dimasukkan berbagai barang seperti pakaian. Ada juga yang disimpan dalam nasi. Bahkan, sebagian dilempar dari luar tahanan. Penyimpanan HP pun sangat rapi seperti di bawah ubin atau lantai yang sulit dideteksi. ’’Kami rutin melakukan razia seminggu sekali,’’ ujar Gun Gun.
Seperti diberitakan kemarin, Tri Setyo kembali berulah dan membuat gempar jagat media. Jika pada 2017 membunuh Luluk Diana, perempuan yang diduga selingkuhannya asal Sidojangkung, Menganti, dan membawa kabur uang ratusan juta rupiah, belakangan Tri Setyo membuat konten hoaks. Yakni, mengabarkan Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi meninggal dunia setelah divaksin Sinovac. Dari hasil ungkap Polres Gresik dan Polda Jatim, ternyata konten itu dibuat dari Lapas Porong.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=x-swdu2656s

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
