Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Januari 2021 | 04.13 WIB

Penjagaan Ketat Antisipasi Kerumunan di Jembatan Suramadu

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali meninjau GBT pada Jumat (18/9). Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali meninjau GBT pada Jumat (18/9). Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Puluhan pedagang di bawah Jembatan Suramadu tutup lebih awal pada Kamis (31/12) sore. Pedagang yang didominasi penjual minuman dan warung kopi angkringan itu buru-buru membereskan dagangan ketika melihat rombongan Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Rombongan yang datang pukul 17.30 itu langsung menghampiri para penjual. Tidak berlangsung lama, para penjual langsung melipat tikar dan buru-buru pulang. Bila tidak segera tutup, hukuman tidak main-main.

Terkait penutupan warung tersebut, Whisnu mengatakan, seharusnya sudah tutup sejak pukul 17.00. Pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi sejak jauh-jauh hari.

”Harusnya jam 5 sore tutup. Sudah sosialisasi. Tadi sempat menawar tutup jam 8 malam. Saya bilang kalau pengunjung yang berkerumun langsung dilakukan swab test di tempat,” ujar Whisnu.

Whisnu juga mengingatkan, operasi yustisi akan lebih diketatkan. Hal itu akan dilakukan hingga Sabtu (2/1). ”Operasi yustisi akan lebih diketatkan,” tegas Whisnu.

Sementara itu, Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Anggy Saputra menjelaskan, pengamanan di Jembatan Suramadu dimulai sejak pukul 16.30 hingga menjelang dini hari.

”Ini sementara fokus ke roda dua karena volume kendaraan menjelang sore banyak roda 2. Nanti malam roda 4. Volume kendaraan yang masuk lumayan ramai. Yang bukan KTP Surabaya diminta balik ke wilayah masing-masing,” tutur Anggy.

Anggy tidak hanya memeriksa kelengkapan surat kendaraan dan identitas. Pihaknya menemukan seorang pengendara yang mencurigakan.

”Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan. Kita menemukan dan mencurigai orang yang menggunakan kendaraan yang tidak semestinya. Nggak punya STNK. Ada dompet orang lain di motor. Sehingga kita mintai keterangan,” papar Anggy.

Soal penutupan jembatan Suramadu, pihaknya akan melihat perkembangan menjelang dini hari dan tengah malam. Apabila banyak kendaraan, mereka akan melakukan penutupan secara bertahap.

”Personel yang disiapkan 163 orang dari polres kemudian juga gabungan bersama TNI dan pemkot,” terang Anggy.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=7U_IuLE4KIk

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore