Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2020 | 00.57 WIB

Rekom PDIP untuk Eri-Armuji, Pengamat Sebut Mega-Risma Satu Frekuensi

PERSUASI PAK WALI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui warga Kampung 1001 Malam saat pendataan dan pemeriksaan di bawah jembatan tol Surabaya-Gempol, Senin (17/10). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

PERSUASI PAK WALI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui warga Kampung 1001 Malam saat pendataan dan pemeriksaan di bawah jembatan tol Surabaya-Gempol, Senin (17/10). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pengumuman yang ditunggu itu akhirnya tiba. PDIP akhirnya menjatuhkan rekomendasi untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya kepada pasangan Eri Cahyadi dan Armudji, Rabu (2/9). Perpaduan nonkader dan kader PDIP itu resmi menjadi penantang Machfud Arifin-Mujiaman yang lebih dahulu diajukan oleh delapan partai politik untuk menggantikan Tri Rismaharini.

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, meyakini bahwa dipilihnya Eri Cahyadi sebagai wali kota tidak lepas dari faktor Tri Rismaharini. Sebab, yang ditunjuk sebagai calon penerus Risma adalah sosok yang mirip dengan wali kota perempuan itu. Menjadi bukti juga bahwa apa yang sudah dilakukan Risma di Surabaya mendapat apresiasi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Katanya, penugasan Eri-Armuji menjadi calon pemimpin di Surabaya juga menjadi bukti bahwa Mega dan Risma satu frekuensi. "Banyak yang enggak menyadari, kalo beliau berdua (Mega-Risma) itu klop. Kalau saya punya istilah, Bu Mega di Surabaya ya Bu Risma," jelas Surokim dalam keterangannya resminya.

Lebih lanjut Surokim mengatakan, dipilihnya dua nama tersebut tentu telah melewati berbagai pertimbangan matang terkait pembangunan Surabaya. "Banyak pertimbangan, salah satunya terkait keberlanjutan pembangunan Surabaya," ujar Surokim.

Menurut Surokim, pasangan Eri-Armuji memiliki kekuatan yang mumpuni dalam mengemban tugas untuk memenangkan Pilwali Surabaya 2020. Eri dianggap dapat mewakili Risma terkait kemampuan teknoratis pembangunan kota, sedangkan Armudji adalah kader PDIP yang memiliki basis massa kuat.

"Mereka ini perpaduan yang cocok. Pak Eri dikenal mampu meneruskan rencana pembangunan Surabaya karena secara teknoratik memahami konsep pembangunan Bu Risma, sedangkan Pak Armudji adalah politisi senior PDIP yang sudah tentu mengerti karakter dan misi partai," imbuhnya.

Surokim melihat kedua kandidat ini akan mudah meraih kepercayaan masyarakat dengan terlebih dahulu menunjukkan visi dan misi yang kuat untuk kemajuan Kota Surabaya.

Baca Juga: Whisnu Tersingkir, PDIP Usung Eri Cahyadi dan ‎Armuji di Surabaya

"Saya pikir mereka (Eri-Armuji) harus menunjukkan visi dan misi serta kemampuannya dalam membangun Kota Surabaya. Dengan begitu masyarakat akan percaya dengan kemampuan mereka berdua, karena mereka dibayangi dengan tokoh yang telah sukses memimpin Surabaya," terang Surokim.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=BTWeNNlK9b0

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore