
BUNGKUS TEH LAGI: Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko menunjukkan barang bukti narkoba saat ungkap kasus di Mapolda Jatim, Rabu (26/8). (DImas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ditreskoba Polda Jatim menangkap tiga kurir sindikat narkoba. Mereka berasal dari dua jaringan yang berbeda. Barang bukti sabu-sabu (SS) yang disita dari tiga tersangka tersebut tidak sedikit. Berat totalnya mencapai 8,3 kilogram.
Barang terlarang itu dipamerkan bersama para tersangka kemarin (26/8). Mereka hanya menunduk lesu saat digiring ke luar dari tahanan. ’’Hasil ini adalah bukti dari komitmen kami melawan peredaran narkoba,’’ ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko.
Trunoyudo menjelaskan, barang bukti narkoba yang diamankan punya kemasan yang berbeda. Sebab, tiga tersangka memang tidak tergabung dalam satu kelompok. ’’Bisa dilihat perbedaan kemasannya,’’ katanya.
Berdasar pantauan, kemasan narkoba yang disita polisi memang tidak sama satu sama lain. Meski, bungkus yang dipakai mirip. Yakni, kemasan teh dengan tulisan aksara Tionghoa. Mayoritas bungkus teh itu berwarna kuning keemasan. Lalu, sebagian berwarna hijau. ’’Hanya warna yang beda. Isinya sama,’’ ungkap polisi dengan tiga melati di pundak tersebut.
Trunoyudo menyatakan, penyidik sudah memeriksa kandungan narkoba yang disita ke laboratorium forensik (labfor). Hasilnya sesuai dengan dugaan. Yaitu, barang haram jenis SS. Butiran kristal berwarna putih bening di dalam kemasan teh adalah metamfetamin.
Wadirreskoba Polda Jatim AKBP Nasriadi memaparkan, sebagian besar narkoba yang diamankan didapat dari salah seorang tersangka. Yakni, Hari Junanto. ’’Dia ditangkap di Jakarta,’’ terangnya. Warga Sukomanunggal yang tinggal di Babat Jerawat, Pakal, itu diringkus dengan barang bukti 5,3 kilogram SS.
Polisi memantau pergerakan Hari sejak sekitar satu pekan sebelum ditangkap. Dia menjadi target operasi karena diduga sebagai pentolan komplotan sindikat narkoba. ’’Gerak-geriknya kami awasi,’’ tegasnya.
Hingga akhirnya, Hari terpantau keluar kota melalui jalur darat. Dia menjadikan pusat perbelanjaan di kawasan Cakung, Jakarta Timur, sebagai tujuan akhir. Hari yang tidak sadar diintai petugas pergi ke tempat parkir. Dia lantas masuk ke sebuah mobil yang tidak terkunci. ’’Beberapa saat berselang dia kami sergap,’’ kata Nasriadi.
Jajarannya melakukan penggerebekan karena menduga terdapat narkoba di dalam kendaraan tersebut. Dugaan itu menjadi kenyataan saat dilakukan pemeriksaan. Di dalam mobil tersebut, terdapat beberapa bungkusan mencurigakan yang berwarna kuning keemasan. ’’Kami pastikan sabu-sabu setelah dicek,’’ jelasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
