Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2020 | 01.57 WIB

Pegawai Setwan dan Anggota DPRD Sidoarjo Jalani Swab Test

Warga berdiri di bibir pantai dengan gelombang tinggi. Dok JawaPos - Image

Warga berdiri di bibir pantai dengan gelombang tinggi. Dok JawaPos

JawaPos.com–Seluruh anggota DPRD dan pegawai Setwan Pemkab Sidoarjo yang mengikuti rapat koordinasi pada Selasa (18/8) mengikuti tes swab pada Rabu (26/8). Upaya itu ditempuh paska meninggalnya Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) akibat Covid-19 pada Sabtu (22/8) sore.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo Dhamroni Chudlori, selain anggota dewan, tes usap juga diikuti pegawai sekretaris dewan (setwan). ”Iya, hari ini (26/8) diadakan tes PCR Swab terhadap seluruh setwan,” ujar Dhamroni Chudlori ketika dihubungi pada Rabu (26/8).


Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya lockdown atau instruksi khusus, Dhamroni menyatakan belum tahu. ”Sejauh ini belum ada opsi tersebut. Namun upaya pencegahan tetap dilakukan,” tutur Dhamroni Chudlori.

Salah satu upaya yang telah dan terus dilakukan adalah melakukan penyemprotan desinfektan secara menyeluruh. ”Penyemprotan dilakukan di seluruh ruangan dan gedung. Protokol kesehatan dilakukan dengan ketat,” terangnya.

Cak Nur meninggal dunia setelah menjalani isolasi mandiri selama 11 hari. Ketika memimpin rapat koordinasi, Plt bupati sebenarnya dalam kondisi sakit. ”Suaranya sudah berbeda. Tapi ketika diajak ke rumah sakit, Beliau menolak dan memilih rawat jalan,” jelas Dhamroni.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sidoarjo Atok Irawan menjelaskan, pada Rabu (19/8) sekitar pukul 14.00 WIB almarhum Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin sempat meminta untuk difoto torak karena mengeluh batuk, panas, dan sesak napas. ”Kemudian dari hasil foto torak tersebut ada pneumonia di sebelah kiri. Selanjutnya saya sarankan untuk rawat inap masuk rumah sakit,” terang Atok Irawan.

Tetapi, kata dia, Plt bupati menyatakan ada rapat paripurna dengan DPRD dan meminta supaya rawat jalan dan diberikan obat. ”Kemudian saya sebagai spesialis paru mengasih obat antibiotik double juga obat batuk,” kata Atok Irawan.

Dari situ, kata dia, diduga Plt bupati terindikasi positif terpapar virus korona.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=TjIgpbksciU

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore