
MEMORI LAMA: Jalan Tunjungan akan dihidupkan lagi dengan beragam kegiatan yang digagas Pemkot Surabaya. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com – Satlantas Polrestabes Surabaya menutup Jalan Raya Darmo, Jalan Tunjungan, dan Jalan Pandegiling. Ketiga jalan ditutup pada malam hari dalam rangka physical distancing. ”Mulai hari ini (tadi malam, Red),” ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra Jumat (3/7).
Teddy menjelaskan, penerapan kawasan physical distancing itu hanya dilakukan pada malam hari. Mulai pukul 21.00. Hingga pukul 05.00. ”Berturut-turut selama tiga hari,” kata polisi dengan dua melati di pundak itu. Setelah pukul 05.00, jalan dibuka normal.
Menurut dia, tiga ruas jalan tersebut dipilih sebagai kawasan physical distancing karena sejumlah alasan. Di antaranya, semakin banyak ditemukan kerumunan dalam beberapa hari terakhir. ”Padahal, pandemi virus korona belum berakhir,” tuturnya.
Kerumunan warga, kata dia, cenderung kian banyak pada malam hari. Beberapa adalah tempat nongkrong dan pesepeda. ”Kami tutup agar masyarakat sadar bahwa kondisi saat ini masih rawan. Data gugus tugas menunjukkan bahwa jumlah pasien Covid-19 masih tinggi,” paparnya.
Berbeda dengan penerapan kawasan physical distancing sebelumnya. Teddy mengatakan, penutupan hanya berlangsung satu periode. ”Malam hari saja. Untuk siang dibuka normal,” tuturnya.
Teddy menerangkan, teknis penutupan jalan seperti yang pernah dilakukan. Jalan ditutup total agar steril. Baik dari kendaraan maupun aktivitas masyarakat. Di kedua sisi jalan, petugas gabungan melakukan penjagaan.
Jalan Raya Darmo, misalnya. Penjagaan petugas difokuskan di persimpangan depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sisi lainnya adalah simpang empat Polisi Istimewa.
Lulusan Akpol 2002 itu menambahkan, keputusan untuk menutup tiga jalan sudah dirancang dengan matang. Instansi terkait lain juga memberikan dukungan. ”Beberapa waktu lalu kan sudah pernah. Dan hasilnya dianggap efektif untuk menekan persebaran virus korona,” terangnya.
Penutupan jalan di tiga ruas jalan itu memang bukan keputusan baru. April lalu, petugas sudah menerapkan langkah yang sama. Bahkan, durasinya sampai dua pekan. Penutupan pun dibagi menjadi dua periode.
Teddy tidak menampik keputusan yang diambil akan berimbas pada aktivitas ekonomi di tiga ruas jalan tersebut. Dia meminta warga legawa. ”Masyarakat harus paham yang dilakukan demi kebaikan bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, keputusan yang diambil akan dievaluasi. Bukan tidak mungkin durasinya bertambah. Tetapi, dia berharap kebijakan itu tidak sampai dilakukan. Teddy ingin tiga hari saja sudah cukup. ”Dalam tiga hari ini harapan kami penularan Covid-19 menurun. Jadi, tidak perlu diperpanjang,” tuturnya.
Alasan Penutupan Jalan

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
