Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juli 2020 | 19.48 WIB

Jalan Tunjungan, Jalan Darmo, dan Pandegiling Ditutup saat Malam

MEMORI LAMA: Jalan Tunjungan akan dihidupkan lagi dengan beragam kegiatan yang digagas Pemkot Surabaya. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

MEMORI LAMA: Jalan Tunjungan akan dihidupkan lagi dengan beragam kegiatan yang digagas Pemkot Surabaya. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Satlantas Polrestabes Surabaya menutup Jalan Raya Darmo, Jalan Tunjungan, dan Jalan Pandegiling. Ketiga jalan ditutup pada malam hari dalam rangka physical distancing. ”Mulai hari ini (tadi malam, Red),” ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra Jumat (3/7).

Teddy menjelaskan, penerapan kawasan physical distancing itu hanya dilakukan pada malam hari. Mulai pukul 21.00. Hingga pukul 05.00. ”Berturut-turut selama tiga hari,” kata polisi dengan dua melati di pundak itu. Setelah pukul 05.00, jalan dibuka normal.

Menurut dia, tiga ruas jalan tersebut dipilih sebagai kawasan physical distancing karena sejumlah alasan. Di antaranya, semakin banyak ditemukan kerumunan dalam beberapa hari terakhir. ”Padahal, pandemi virus korona belum berakhir,” tuturnya.

Kerumunan warga, kata dia, cenderung kian banyak pada malam hari. Beberapa adalah tempat nongkrong dan pesepeda. ”Kami tutup agar masyarakat sadar bahwa kondisi saat ini masih rawan. Data gugus tugas menunjukkan bahwa jumlah pasien Covid-19 masih tinggi,” paparnya.

Berbeda dengan penerapan kawasan physical distancing sebelumnya. Teddy mengatakan, penutupan hanya berlangsung satu periode. ”Malam hari saja. Untuk siang dibuka normal,” tuturnya.

Teddy menerangkan, teknis penutupan jalan seperti yang pernah dilakukan. Jalan ditutup total agar steril. Baik dari kendaraan maupun aktivitas masyarakat. Di kedua sisi jalan, petugas gabungan melakukan penjagaan.

Jalan Raya Darmo, misalnya. Penjagaan petugas difokuskan di persimpangan depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sisi lainnya adalah simpang empat Polisi Istimewa.

Lulusan Akpol 2002 itu menambahkan, keputusan untuk menutup tiga jalan sudah dirancang dengan matang. Instansi terkait lain juga memberikan dukungan. ”Beberapa waktu lalu kan sudah pernah. Dan hasilnya dianggap efektif untuk menekan persebaran virus korona,” terangnya.

Penutupan jalan di tiga ruas jalan itu memang bukan keputusan baru. April lalu, petugas sudah menerapkan langkah yang sama. Bahkan, durasinya sampai dua pekan. Penutupan pun dibagi menjadi dua periode.

Teddy tidak menampik keputusan yang diambil akan berimbas pada aktivitas ekonomi di tiga ruas jalan tersebut. Dia meminta warga legawa. ”Masyarakat harus paham yang dilakukan demi kebaikan bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, keputusan yang diambil akan dievaluasi. Bukan tidak mungkin durasinya bertambah. Tetapi, dia berharap kebijakan itu tidak sampai dilakukan. Teddy ingin tiga hari saja sudah cukup. ”Dalam tiga hari ini harapan kami penularan Covid-19 menurun. Jadi, tidak perlu diperpanjang,” tuturnya.

Alasan Penutupan Jalan


  • Ditemukan banyak kerumunan saat malam.

  • Angka persebaran Covid-19 masih tinggi.

  • Mengingatkan warga bahwa pandemi belum berakhir meskipun sudah tidak ada PSBB.


Sumber: Satlantas Polrestabes

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=CHPLRGlVBFc

https://www.youtube.com/watch?v=k9gaKSpl6mw

https://www.youtube.com/watch?v=Dqo7p9H6gIw

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore