Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2020 | 01.48 WIB

Mobil Gunner dan Pikap PMI Semprot Jalanan dan Kampung

BAGIAN JALAN PROTOKOL: Mobil gunner PMI menyemprotkan cairan disinfektan di Jalan Urip Sumoharjo. Penyemprotan dilakukan untuk menekan persebaran Covid-19. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

BAGIAN JALAN PROTOKOL: Mobil gunner PMI menyemprotkan cairan disinfektan di Jalan Urip Sumoharjo. Penyemprotan dilakukan untuk menekan persebaran Covid-19. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tujuh mobil gunner dan sepuluh pikap diberangkatkan dari kantor Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya Minggu (31/5). Kendaraan yang membawa cairan disinfektan itu disebar ke jalanan dan kampung Surabaya. Mobil-mobil tersebut dikerahkan untuk menekan persebaran Covid-19.

Pemberangkatan dipimpin langsung oleh Ketua PMI Jawa Timur (Jatim) Imam Utomo. Mantan gubernur Jatim itu menyatakan bahwa mobil gunner memang disiapkan khusus oleh PMI Pusat. Mobil tersebut diboyong ke Jatim untuk antisipasi persebaran Covid-19.

Khususnya di wilayah Surabaya Raya. ’’Untuk Surabaya mulai hari ini (Minggu, Red) sampai empat hari ke depan,’’ katanya.

Mobil gunner juga berkeliling ke Gresik dan Sidoarjo. Mobil itu akan digilir di tiga wilayah dengan mempertimbangkan kondisi persebaran Covid-19.

Imam menuturkan, saat ini penurunan jumlah penderita yang positif mengidap virus korona di Jatim belum terlihat. Terutama di Surabaya Raya. Grafik persebaran tetap tinggi. Diharapkan, lewat langkah penyemprotan yang intensif tersebut, angka persebaran bisa ditekan dan turun.

Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya Tri Siswanto menjelaskan, mobil gunner dan pikap punya peran masing-masing. Mobil gunner bakal diterjunkan di seluruh jalanan besar di Surabaya. Setiap mobil memiliki rute. Pikap bertugas masuk ke kampung-kampung.

’’Pikap yang berisi disinfektan akan dipilih ke kampung yang mempunyai persebaran Covid-19 yang tinggi,’’ jelasnya. Misalnya, di daerah Rungkut dan Krembangan. Diharapkan, penyemprotan bisa efektif dan menyeluruh.

Teknis penyemprotan dibuat secara berkelanjutan. Di Surabaya, jadwal pertama berlangsung selama empat hari. Jika nanti selama waktu tersebut belum terjadi penurunan kasus, masa penyemprotan bisa diperpanjang.

Tri memastikan penyemprotan disinfektan di jalan dan kampung oleh PMI ini aman. Sebab, bahan yang digunakan sudah dikonsultasikan dengan Departemen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair).

Sebelum penyemprotan dengan mobil gunner, PMI Surabaya melakukan penyemprotan masif di ruang publik. Mulai sekolah, rumah ibadah, hingga pondok pesantren. Total, ada 117 bangunan yang sudah disemprot disinfektan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Hc8czC8tFJQ

https://www.youtube.com/watch?v=nN4tGnIJgOY

https://www.youtube.com/watch?v=LhspcedJex8

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore