
Petugas PDAM Surabaya melakukan perbaikan pipa yang jebol akibat terkena tiang pancang proyek pembangunan kampus II UINSA di Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jatim, pada Senin (18/5). Humas Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com–PT Adhi Karya (Persero) Tbk, selaku pelaksana proyek pembangunan Kampus II Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), menyatakan masih fokus mempercepat perbaikan pipa utama PDAM yang jebol akibat terkena tiang pancang di lokasi proyek Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jatim. Perbaikan sudah memasuki tahap penyambungan.
”Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan PDAM dan UINSA dalam percepatan perbaikan pipa,” kata perwakilan Adhi Karya untuk proyek pembangunan kampus II UINSA Abdul Somad seperti dilansir dari Antara di Surabaya pada Senin (18/5).
Mengenai ganti rugi terkait dampak pipa PDAM yang jebol di lokasi proyek, Somad mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Begitu juga dengan pengajuan gugatan dari perwakilan kelompok (class action).
”Untuk keterangan soal itu satu pintu ya,” katanya singkat.
Rektor UINSA Masdar Hilmy sebelumnya mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab jebolnya pipa PDAM karena yang lebih mengetahui adalah pelaksana proyek. ”Secara teknis sepenuhnya diserahkan kepada pelaksana proyek. Saya juga tidak paham mengapa bisa mengenai pipa. Padahal rapat sudah berkali-kali,” kata Masdar.
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Mujiaman Sukirno menjelaskan, setelah menyiapkan sarana prasarana di lapangan untuk mendukung pengerjaan eksternal perbaikan pipa, rencananya aliran air hari ini (18/5) akan dimatikan. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat proses penyambungan dan pengelasan pipa. Selama aliran air dimatikan, PDAM memastikan telah menyiapkan suplai air bersih kepada warga terdampak.
”Begitu rapi (pengerjaan eksternal), kita lakukan pemasangan secepatnya. Ini belum kelihatan lukanya seperti apa. Tapi saya asumsi lukanya sama seperti dulu. Insya Allah besok (19/5) sore selesai,” kata Mujiaman.
Untuk mempercepat proses perbaikan, Mujiaman mengaku telah memilih metode cara kerja lain. Jika pada kasus sebelumnya, peralatan seperti alat berat dan para pekerja ditempatkan di titik yang sama, namun tidak untuk sekarang. ”Ada 50 personil yang kami kerahkan. Ada juga (operator alat berat) dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, kemudian sub kontraktor. Untuk alat berat ekskavator ada 4 unit,” terang Mujiaman.
Menurut dia, pengerjaan pengelasan pipa baru bisa dimulai Senin (18/5) karena Minggu (17/5) semburan air masih terlalu deras. Pada tahap awal, pihaknya harus menyelesaikan pengerukan tanah radius 20 meter dari titik central untuk supporting penyambungan pipa.
”Begitu persiapannya selesai, air bisa dikuras lebih cepat sehingga kita bisa kerja. Kalau kemarin belum bisa kerja (penyambungan pipa) karena airnya sangat deras. Karena kalau ngelas, airnya harus berkurang,” ujar Mujiaman.
PDAM Surya Sembada mengimbau kepada warga terdampak yang membutuhkan air tanki gratis agar mengumpulkan data pelanggan, alamat, dan nomor telepon kepada RT atau RW setempat. Selanjutnya pihak RT atau RW dapat menghubungi layanan call center PDAM 0800-192-6666 (call center bebas pulsa), whatsapp center 081-2331-666 dan 081-133-306-666.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yzFL_FIfIhA
https://www.youtube.com/watch?v=IcFjZuDgpOk
https://www.youtube.com/watch?v=A9T_JUrKV68

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
