
WARNA-WARNI: Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono mengecek kesiapan Rumah Pompa Tambang Boyo, Kelurahan Pacar Keling, Tambaksari. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com – Curah hujan tinggi membuat sebagian wilayah di Jabodetabek kebanjiran. Bencana itu menjadi alarm bagi Pemkot Surabaya untuk semakin waspada menghadapi musim hujan di awal 2020.
Kabid Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Samsul Hariadi mengatakan bahwa persiapan menghadapi musim hujan dilakukan sejak setahun lalu. Saluran-saluran air dibersihkan. Rumah pompa dan boezem ditambah. ”Khusus rumah pompa, 95 persen siap kerja. Totalnya 57 pompa. Petugasnya stand by 24 jam,” katanya kemarin.
Mengapa tidak 100 persen? Samsul menjelaskan bahwa ada kemungkinan kinerja rumah pompa terganggu gara-gara sampah Sampah-sampah bisa masuk dan membentur baling-baling pompa.
Pemkot sebenarnya sudah meletakkan sejumlah penyaring di berbagai titik saluran. Tujuannya, agar sampah dari saluran yang lebih kecil tidak masuk ke saluran utama. Namun, tetap saja ada yang bisa lolos. ”Yang sering itu terlilit tali. Makanya, kami mohon kesadarannya agar tidak membuang sampah di sungai,” ujarnya.
Rumah pompa tersebut menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pertamina juga telah membantu pemkot memastikan seluruh rumah pompa tidak kehabisan bahan bakar. Sebab, selama debit air sungai tinggi, pompa bisa menyala seharian. ”Kami dipinjami lima tangki oleh Pertamina,” tuturnya.
Pemkot juga telah menambah banyak boezem di berbagai wilayah. Sedimen pada boezem juga dikeruk agar daya tampungnya semakin tinggi.
Salah satu wilayah yang paling rawan banjir adalah Sumberejo. Awal tahun lalu, tanggul sempat jebol dan membuat delapan RW terbenam. Samsul sudah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo segera merealisasikan bendungan beton. ”Bendungan beton cukup mahal. Per 500 meter membutuhkan dana Rp 10 miliar,” ucapnya.
Kendati begitu, pemkot telah memperkuat titik yang ambrol dengan bendungan bronjong atau batu yang diikat kawat. Pemkot juga membangun rumah pompa di Sumberejo dengan anggaran Rp 25 miliar tahun lalu.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono mendatangi langsung Rumah Pompa Tambang Boyo kemarin. Dia mewanti-wanti agar rumah pompa tersebut selalu dijaga selama 24 jam. ”Jangan cuma siap Pak, tapi gak onok uwonge,” tuturnya.
Baktiono mengungkapkan, cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi. Masyarakat harus siap setiap saat ketika debit air meningkat. Karena itu, kesigapan penjaga rumah pompa juga harus dipastikan lagi.
Politikus PDIP tersebut menyatakan bahwa kesiapan rumah pompa menjadi penting. Dia mencontohkan banjir di Jakarta dua hari kemarin. Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah antisipasi tidak dilakukan. Rumah pompa yang ada tidak siap. Dari 250 rumah pompa, hanya 50 yang aktif.
Padahal, kata Baktiono, fungsi rumah pompa sangat vital saat musim hujan seperti ini. Selain mengurangi debit air yang berlebih, rumah pompa berfungsi mengendalikan debit air yang masuk dari laut maupun hujan. Ada pintu air yang bisa diatur untuk menyesuaikan kondisi airnya.
Beberapa rumah pompa di Surabaya masih dibangun. Anggota dewan lima periode itu menjelaskan, satu per satu rumah pompa yang aktif harus dicek. ”Kudu ngunu kalau tidak ingin Surabaya seperti Jakarta. Jangan sampai terlambat,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga mengecek kesiapan rumah pompa di Wonorejo dan Gununganyar. Mantan kepala badan perencanaan dan pembangunan kota (bappeko) itu memastikan dua pompa air di lokasi tersebut berfungsi. Mulai tekanan, kekuatan, sampai kapasitasnya. Risma juga ingin memastikan air bisa mengalir dengan baik ke laut. Targetnya, genangan air bisa surut maksimal tiga jam.
Photo

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
