Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2019 | 16.41 WIB

Parkir Terminal Intermoda Joyoboyo Bisa Dipakai Pengunjung KBS

PARKIR BERTINGKAT: Mobil masuk Terminal Intermoda Joyoboyo. Bangunan baru itu mampu menampung 363 mobil dan 504 motor. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

PARKIR BERTINGKAT: Mobil masuk Terminal Intermoda Joyoboyo. Bangunan baru itu mampu menampung 363 mobil dan 504 motor. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Uji coba area parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) berlangsung kemarin. Ratusan pengemudi, terutama pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS), memarkir kendaraan di lantai 5 gedung itu. Dinas perhubungan (dishub) berencana menyiapkan pembayaran nontunai untuk pengguna parkir.

Dari pantauan Jawa Pos kemarin, kendaraan terutama mobil pribadi berjejer di sisi selatan TIJ. Mereka antre masuk ke area parkir di lantai 2 sampai 5 gedung itu. ”Tadi lantai 4 hampir penuh,” ucap Kepala Dishub Irvan Wahyudrajad kemarin siang (25/12).

Mayoritas yang parkir memang kendaraan roda empat. Sementara itu, kendaraan roda dua belum banyak. Irvan menyebutkan, masih minimnya kendaraan roda dua ke TIJ disebabkan daya tampung area parkir KBS untuk sepeda motor cukup banyak.

Data yang dihimpun koran ini hingga pukul 15.44, jumlah mobil yang parkir mencapai 293 unit dari total kapasitas 363 kendaraan. Sementara itu, sepeda motor baru 48 unit dari total kapasitas 504 kendaraan.

Irvan menjabarkan, uji coba parkir untuk motor dan mobil tersebut akan dievaluasi Selanjutnya, diadakan uji coba untuk angkot, bus kota, dan bus pariwisata minggu depan. ”Kami akan uji coba secara bertahap,” ucapnya.

Selain menguji coba area parkir kendaraan, pihaknya bakal menerapkan sistem nontunai. Semua kendaraan –mulai mobil, motor, hingga angkot, akan menggunakan sistem itu. Rencananya, sistem tersebut diterapkan awal tahun.

Saat ini pemkot bekerja sama dengan bank untuk sistem itu. Alatnya sudah siap. Tinggal diintegrasikan. Akan ada sosialisasi kepada pengguna TIJ selama satu hingga dua bulan.

”Jadi meski telah menerapkan nontunai, pembayaran pakai uang tetap diterima,” terangnya. Nanti ada petugas yang membantu tipping ke alatnya sehingga tetap bisa masuk ke sistem.

Pengalaman menjajal terminal dengan anggaran Rp 173 miliar itu dirasakan Musa kemarin. Bersama sepuluh orang, dia berangkat dari Mojokerto menuju Surabaya. Tujuannya ke KBS menghabiskan liburan bersama keluarga. ”Tempatnya enak. Juga bersih,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Santoso. Anggota Marinir itu menyebutkan, kondisi TIJ cukup bersih. Yang paling penting adalah fasilitasnya lumayan lengkap sehingga memudahkan pengunjung.

Meski begitu, dia menyarankan agar ada integrasi antara TIJ dan KBS. Terutama, akses masuk ke lembaga konservasi itu bisa didekatkan dengan TIJ. ”Kalau pintu selatan KBS bisa dibuka terus akan lebih memudahkan,” ucapnya.

Dengan dioperasikannya lokasi parkir TIJ, kemacetan di area Joyoboyo arah Gunungsari mulai berkurang kemarin. Kondisi itu berbeda dengan beberapa hari sebelumnya

---

Uji Coba Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)

- Uji coba kali pertama dilakukan kemarin untuk motor dan mobil.

- Pada hari pertama, ada 341 kendaraan yang parkir di TIJ.

- Selama uji coba, dishub menerapkan retribusi flat. Motor Rp 2.000, sedangkan mobil Rp 3.000.

Langkah Lanjutan untuk TIJ

- Uji coba untuk parkir angkot dan bus dilakukan minggu depan.

- Diterapkan sistem nontunai untuk pembayaran.

- Ke depan diberlakukan tarif parkir progresif.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore