Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Desember 2019 | 02.48 WIB

Proyek Jalan Garuda Sidoarjo Sengsarakan Warga

MENYIKSA: Pengguna jalan yang melewati Jalan Garuda, Desa Betro, Kecamatan Sedati, harus menutup mulut karena debu-debu beterbangan. (Boy Slamet/Jawa Pos) - Image

MENYIKSA: Pengguna jalan yang melewati Jalan Garuda, Desa Betro, Kecamatan Sedati, harus menutup mulut karena debu-debu beterbangan. (Boy Slamet/Jawa Pos)

JawaPos.com – Beberapa hari ini Inayati mempunyai kesibukan baru. Kemarin siang, misalnya. Pemilik toko elektronik di Jalan Garuda, Betro, itu hilir mudik menyiram jalanan yang berdebu akibat proyek. Toko dan dagangan Inayati kotor bukan main.

”Setiap hari saya harus bersih-bersih gini,” ujarnya. Kalau tidak disiram, toko di tepi jalan itu tidak keruan. Pembeli enggan datang. Inayati rutin menyiram jalan di wilayah Desa Betro tersebut menjelang subuh dan setelah salat Duhur. Namun, debu proyek masih tak teratasi.

Warga pun protes. Mereka menempelkan poster di tiang, tepat di tengah jalan. Isinya tulisan Betro Darurat Debu. Pemakai jalan juga resah. Salah satunya, Hidayat. Warga Desa Banjarsari, Buduran, itu hendak pulang. ”Sesak napas karena debu,” jelasnya.

Kemarin belasan tiang bendera masih terpasang di tengah Jalan Garuda. Minggu malam (1/12) warga memasang bendera Merah Putih setengah tiang. Namun, pagi kemarin, semuanya sudah dicopot.

”Itu aksi damai karena sudah sekitar sepuluh hari tidak ada pengerjaan,” ujar Teguh Santoso, seorang warga. Masalah utama adalah debu. ”Sangat mengganggu. Parah pokoknya,” tambahnya.

Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Judi Tetrahastoto mengatakan, pengerjaan Jalan Garuda memang belum tuntas. Sebab, kontraktor masih menunggu material aspal. ’’Janjinya segera dikerjakan,’’ tuturnya.

Menurut Judi, mendekati akhir tahun, material bangunan memang sulit didapatkan. Jumlahnya sedikit. ’’Berebut dengan daerah lain yang juga membangun,’’ katanya.

Untuk pengerjaan Jalan Gedangan–Betro, menurut Judi, saat ini pekerja memasang box culvert. Dia memastikan seluruh pembangunan rampung akhir tahun. ’’Sesuai kontrak selesai 31 Desember,’’ jelasnya.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo M. Nizar menyatakan bahwa pengerjaan fisik memang sering terlambat. Penyebabnya, program pembangunan tidak dirancang tahun sebelumnya. ’’Pembangunan selalu berjalan akhir tahun,’’ ungkapnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore