
Photo
SEJAK 2016, pemkab dan DPRD Sidoarjo berupaya menuntaskan rehabilitasi ruang kelas yang rusak. Anggaran ratusan miliar rupiah digelontorkan. Hingga kini, ratusan sekolah yang rusak belum tertangani.
---
SAAT membahas APBD 2019, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo mengungkap betapa banyak gedung sekolah yang rusak. Di jenjang SD, ada 229 ruang kelas yang rusak berat dan 264 unit rusak sedang. Di tingkat SMP, jumlah ruang kelas yang rusak berat mencapai 183 unit. Sebanyak 258 unit ruang kelas rusak sedang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Asrofi menjelaskan, sebagian besar perbaikan sekolah rusak di Sidoarjo dibiayai dengan dana daerah Kabupaten Sidoarjo sendiri. Dari Kemendikbud, ada dana alokasi khusus (DAK) yang bersifat swakelola.
’’Sidoarjo dapat, tapi tidak banyak,’’ katanya. Rata-rata per tahun hanya dapat dana untuk perbaikan di lima sekolah. Setiap sekolah untuk dua atau tiga ruang. ’’Daerah lain yang banyak, terutama yang pendapatan asli daerahnya kecil,’’ terangnya. Selain itu tidak ada. Dana dari APBD paling besar. SD yang rusak cukup parah seperti SDN Karangbong tahun ini diperbaiki. Dananya juga dari daerah.
’’Itu sedang lelang infonya,’’ ujar mantan kepala dishub itu. Sebab, yang membangun dan merencanakan langsung adalah Dinas Perkim, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sidoarjo. ’’Kami yang ajukan. Perkim yang mengerjakan,’’ ucapnya.
Dikbud, lanjut dia, telah melaksanakan semua tanggung jawab. Misalnya, pendataan sekolah yang butuh perbaikan secara detail per kecamatan dan per sekolah. Bahkan, ada tim khusus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang ikut pendataan. Mereka memerinci apa yang rusak.
Dia mengaku memahami semua dan ingin seluruh bangunan yang rusak segera diperbaiki. ’’Tapi, kami ya menyesuaikan. Bertahap,’’ katanya.
Menurut Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sulaksono, anggaran sekolah rusak memang besar. Setiap tahun bertambah. Namun, penetapan nominal anggaran bukan kewenangannya. ’’Data sekolah rusak dari dikbud. Kewenangan anggaran di tim anggaran pemerintah daerah (TAPD, Red),’’ ucapnya.
Alumnus ITS itu menyatakan, baru dua tahun terakhir, instansinya menangani pembangunan sekolah rusak. Pada 2018, sebagian besar anggaran masih masuk di dikbud. Alokasi dana perbaikan sekolah rusak di dinas perkim CKTR hanya Rp 14 miliar.
Nah, tahun ini, seluruh perbaikan dikerjakan dinas perkim CKTR. Namun, pembangunan tidak bisa dikerjakan sejak awal tahun. Disesuaikan dengan proses belajar-mengajar. ’’Tidak mungkin dikerjakan saat siswa masuk,’’ tuturnya.
Photo
Kondisi serupa terjadi di SDN Ngampelsari, Candi. Kepala SDN Ngampelsari Agus Hartono sudah mengajukan perbaikan kelas ke dikbud. Dia mengusulkan dua kelas untuk perbaikan. Pertama, kondisinya sempit. Kedua, bangunan sudah dimakan rayap. ”Hanya yang kena rayap yang diperbaiki. Nanti pada 2020,” kata Agus.
Kepala SDN Mulyodadi Wonoayu Insiyah juga mengajukan perbaikan kelas I, II, dan III di sekolahnya. Namun, belum ada kabar disetujui atau tidak. ”Rusak keramiknya. Kan bahaya kalau kena kaki,” ujarnya.
Sampai-sampai wali murid ingin patungan untuk memperbaiki kerusakan keramik. Namun, keinginan itu ditolak karena menunggu acc dari dikbud.
Kepala Dikbud Sidoarjo Asrofi menyebut timnya selalu menyurvei detail kondisi sekolah-sekolahnya. Kerja sama dengan ITS. Lengkap dengan denah dan kondisi kerusakannya.
Setiap tahun ada survei setelah sekolah mengajukan perbaikan. Harapannya, semua bisa langsung dibangun. ”Namun, kami mengikuti kemampuan anggaran,” katanya.
Photo
Faktor lain menyangkut kualitas pembangunan. Penyediaan anggaran tidak diikuti peningkatan kualitas bangunan. Menurut legislator PDIP Tarkit Erdianto, pada 2016–2018, rehabilitasi sekolah rusak dikerjakan pihak yang tidak kompeten. ’’Belum setahun, kelas rusak lagi,’’ katanya.
Alhasil, sejak 2019, dewan meminta pembangunan diserahkan ke dinas pekerjaan umum bina marga dan sumber daya air (DPUBMSDA). DPUBMSDA dinilai memiliki kemampuan merehabilitasi sekolah yang rusak. ’’Sesuai dengan bidangnya,’’ tandasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
