
Djadi Galajapo. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com - Calon yang berminat maju dalam bursa pemilihan wali kota (pilwali) Surabaya bertambah. Seniman yang juga pelawak Djadi Galajapo mendeklarasikan diri menjadi calon wakil wali kota. Niat itu dipublikasikan melalui akun Facebook-nya.
Pria yang memiliki nama asli Sudjadi tersebut mengatakan, niat untuk menjadi calon wakil wali kota itu tulus. Dia sudah memiliki program apabila ada orang yang melamarnya. ”Program saya fokus pada pengembangan, pembinaan, dan pemberdayaan mental serta spiritual masyarakat,” katanya.
Dia melihat perkembangan Kota Surabaya cukup pesat. Secara fisik, Surabaya sejajar dengan kota-kota di negara lain. Prestasi itu belum diikuti mental dan spiritual masyarakat. ”Kepribadian perlu ditata,” ujarnya.
Djadi menyatakan, masalah mental pernah disampaikan Wali Kota Tri Rismaharini. Perkembangan Surabaya harus diikuti dengan terwujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Saat ini banyak tokoh yang fokus pada pengembangan fisik. ”Kalau spiritual tidak digenjot, nanti njomplang,” ucapnya.
Lalu, dengan siapa dia akan maju pada Pilwali 2020 nanti? Djadi mengaku belum tahu. Beberapa orang mendukung niat tersebut. Mereka membantu menyosialisasikan sosok Djadi. Langkah itu juga bertujuan mendapat simpati serta dukungan materiil dari masyarakat.
Pada status lama Facebook, Djadi mencantumkan kekayaan Rp 1,9 miliar. Jumlah tersebut dianggap masih kurang. Dia paham biaya untuk maju dalam pilwali tidak sedikit. ”Yang penting, semua saya awali dari niat,” ungkapnya.
Djadi sempat terlihat saat deklarasi pencalonan Muhammad Sholeh dari jalur independen. Tetapi, kehadirannya di acara tersebut tidak bisa diartikan bahwa dia bakal bergandengan dengan pengacara itu. Djadi memilih menunggu waktu.
Saat ini dia ingin berkiprah dalam bidang pembinaan dan pengembangan mental serta spiritualitas masyarakat Surabaya. Peran tersebut diyakini bakal mengundang perhatian calon wali kota yang akan mendeklarasikan diri. Harapannya, akan ada pelamar yang memintanya menjadi pendamping.
Djadi memang memilih sebagai orang kedua di Surabaya. Alasannya, posisi wakil wali kota bisa membuatnya fokus. Dia bisa bekerja sesuai dengan program dan cita-citanya. Berbeda jika dia berada di posisi utama. ”Banyak hal yang harus dikerjakan. Program dan cita-cita bisa tidak terwujud,” tuturnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
