Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juli 2019 | 00.33 WIB

Seniman Djadi Galajapo Siap Maju Jadi Cawali Surabaya

Djadi Galajapo. (Dok. Jawa Pos) - Image

Djadi Galajapo. (Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com - Calon yang berminat maju dalam bursa pemilihan wali kota (pilwali) Surabaya bertambah. Seniman yang juga pelawak Djadi Galajapo mendeklarasikan diri menjadi calon wakil wali kota. Niat itu dipublikasikan melalui akun Facebook-nya.

Pria yang memiliki nama asli Sudjadi tersebut mengatakan, niat untuk menjadi calon wakil wali kota itu tulus. Dia sudah memiliki program apabila ada orang yang melamarnya. ”Program saya fokus pada pengembangan, pembinaan, dan pemberdayaan mental serta spiritual masyarakat,” katanya.

Dia melihat perkembangan Kota Surabaya cukup pesat. Secara fisik, Surabaya sejajar dengan kota-kota di negara lain. Prestasi itu belum diikuti mental dan spiritual masyarakat. ”Kepribadian perlu ditata,” ujarnya.

Djadi menyatakan, masalah mental pernah disampaikan Wali Kota Tri Rismaharini. Perkembangan Surabaya harus diikuti dengan terwujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Saat ini banyak tokoh yang fokus pada pengembangan fisik. ”Kalau spiritual tidak digenjot, nanti njomplang,” ucapnya.

Lalu, dengan siapa dia akan maju pada Pilwali 2020 nanti? Djadi mengaku belum tahu. Beberapa orang mendukung niat tersebut. Mereka membantu menyosialisasikan sosok Djadi. Langkah itu juga bertujuan mendapat simpati serta dukungan materiil dari masyarakat.

Pada status lama Facebook, Djadi mencantumkan kekayaan Rp 1,9 miliar. Jumlah tersebut dianggap masih kurang. Dia paham biaya untuk maju dalam pilwali tidak sedikit. ”Yang penting, semua saya awali dari niat,” ungkapnya.

Djadi sempat terlihat saat deklarasi pencalonan Muhammad Sholeh dari jalur independen. Tetapi, kehadirannya di acara tersebut tidak bisa diartikan bahwa dia bakal bergandengan dengan pengacara itu. Djadi memilih menunggu waktu.

Saat ini dia ingin berkiprah dalam bidang pembinaan dan pengembangan mental serta spiritualitas masyarakat Surabaya. Peran tersebut diyakini bakal mengundang perhatian calon wali kota yang akan mendeklarasikan diri. Harapannya, akan ada pelamar yang memintanya menjadi pendamping.

Djadi memang memilih sebagai orang kedua di Surabaya. Alasannya, posisi wakil wali kota bisa membuatnya fokus. Dia bisa bekerja sesuai dengan program dan cita-citanya. Berbeda jika dia berada di posisi utama. ”Banyak hal yang harus dikerjakan. Program dan cita-cita bisa tidak terwujud,” tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore