Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juli 2019 | 02.01 WIB

Ubah Sekolah Taman Siswa Menjadi Museum Pendidikan

Pengukuran dan pembersihan Sekolah Taman Siswa yang akan dijadikan museum pendidikan mulai digarap. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

Pengukuran dan pembersihan Sekolah Taman Siswa yang akan dijadikan museum pendidikan mulai digarap. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pengukuran dan pembersihan Sekolah Taman Siswa yang dijadikan museum pendidikan mulai digarap kemarin. Pemkot memastikan pembersihan dan pengecatan bagian dalam gedung rampung bulan depan.

Beberapa petugas mulai merapikan plafon di bagian dalam gedung kemarin. Beberapa petugas yang lain tampak mengangkuti puluhan andang besi dari pikap yang diparkir di halaman museum.

Di ruangan, tim dari dinas kebudayaan dan pariwisata juga sedang mengukur luas ruangan. Khususnya memetakan beberapa ruangan untuk memajang koleksi museum. ’’Ini masih mengukur untuk nanti dibuat konsep,’’ ucap staf Unit Permuseuman Disbudpar Surabaya M.T. Agus kemarin (26/7). ’’Pengukuran itu merupakan langkah awal sebelum dilakukan penataan koleksi,’’ lanjutnya.

Pembersihan dan pengerjaan bagian dalam bangunan yang bakal dijadikan museum itu memang baru dilakukan. Sebelumnya, pintu museum selalu terkunci. Di dalamnya memang masih banyak barang milik penyewa.

Bulan lalu pemkot melalui kejaksaan menyurati pemilik barang itu. Inti surat tersebut, pemilik barang harus segera membersihkan aset yang menjadi miliknya. ’’Kemarin sudah mulai dibersihkan,’’ jelas Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Iman Kristian.

Photo

LUAS LEBIH DARI SATU HEKTARE: Pekerja membenahi bangunan Sekolah Taman Siswa di Jalan Genteng Kali yang diperuntukkan sebagai museum pendidikan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Setelah barang-barang dikeluarkan, pemkot akan memperbaiki beberapa bagian yang rusak. Di ataranya, atap dan tiang kayu yang lapuk. Setelah itu, baru dilakukan pengecatan dasar bangunan. Pengerjaan hingga pengecatan bangunan bakal rampung bulan depan. Setelah itu, secara bertahap cipta karya akan melakukan finishing beberapa bangian yang perlu perbaikan.

Kompleks bangunan yang berada di Jalan Genteng Kali itu memiliki tiga gedung. Yang paling besar akan digunakan untuk museum. Sementara itu, di sisi timur, bangunan memanjang akan dipakai untuk rumah matematika. Sementara ituk bangunan paling barat bakal dijadikan ruang baca.

Pengerjaan pembangunan kompleks museum dilakukan secara bertahap. Selain perbaikan tiga gedung, pemkot berencana menjebol tembok di sisi utara yang menghadap Kalimas. Tembok dirobohkan agar akses masuk ke museum bisa melalui Taman Ekspresi.

Anggota Tim Cagar Budaya Pemkot Purnawan Basundoro berharap, pembangunan museum itu bisa menggambarkan kondisi pendidikan Surabaya dari masa ke masa. ”Paling tidak bisa mengumpulkan berbagai barang peninggalan yang bisa mempresentasikan pendidikan,” jelasnya.

Meski begitu, dosen sejarah Universitas Airlangga itu berharap, ke depan museum pendidikan tidak hanya dijadikan untuk menumpuk barang. Tetapi, juga bisa interaktif dan menarik pengunjung. ’’Kalau ada kegiatan-kegiatan menarik, pasti banyak yang datang,’’ tuturnya. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore