Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juli 2019 | 01.19 WIB

Air PDAM Se-Surabaya Keruh dan Amis

KERUH: Pelanggan PDAM di Nginden Baru dikejutkan dengan air kekuningan saat membuka keran di rumahnya kemarin. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

KERUH: Pelanggan PDAM di Nginden Baru dikejutkan dengan air kekuningan saat membuka keran di rumahnya kemarin. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pelanggan PDAM mendapatkan air keruh atau menguning sejak Senin (1/7). Beberapa warga mengeluh air berbau dan membuat kulit gatal saat dipakai mandi. ”Sing ngeluh soal air keruh iki akeh banget. Nang panggonku rasane koyok sirup roso iwak,” ujar warga Banjar Melati Jeruk Atmira kemarin. Biasanya, dia memakai air PDAM untuk keperluan memasak. Namun, hampir sepekan ini dia merasa jijik jika harus mengonsumsi air PDAM.

Bahkan untuk gosok gigi, dia menganggap air tersebut tidak layak. Menurut dia, rasa air tersebut mirip bak mandi yang diisi banyak ikan. Amis. Sudah enam hari Atmira menggantungkan kebutuhan konsumsi airnya dari air mineral galon. Dia pun harus mengeluarkan uang lebih banyak. Karena itu, dia berharap PDAM segera memperbaiki layanannya.

Manajer Humas PDAM Surya Sembada Bambang Eko Sakti menerangkan, ada dua hal yang mengakibatkan turunnya kualitas air sepekan belakangan. Pertama, banyak pipa bocor karena tergerus alat berat pengerjaan gorong-gorong. Saat terjadi kebocoran, air keruh dari luar pipa terbawa hingga ke pelanggan. ”Penyebab kedua adalah pencemaran air baku,” kata Bambang.

PDAM mengambil air baku dari anak Sungai Brantas. Yakni, Kali Suroboyo. Kualitas air sungai menurun drastis karena hujan. Hujan tersebut turun tanpa prediksi. Terjadi saat musim kemarau.

Bambang menerangkan, hujan memang membuat kualitas air sungai menurun. Sebab, sedimen yang selama kemarau ini mengendap teraduk. ”Seperti kopi yang diaduk, letek-nya naik semua,” kata dia.

Tak cukup di situ. Bambang juga menduga pencemaran terjadi karena banyaknya perusahaan yang membuang limbahnya saat turun hujan. Terdapat banyak kawasan industri di sepanjang Kali Suroboyo. Karena limbah-limbah itulah, kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan turun drastis.

Produksi air di instalasi pengolahan air minum (IPAM) di Ngagel dan Karang Pilang pun terdampak. Bambang mengatakan bahwa kualitas air baku di Ngagel lebih parah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore