
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dite Surendra/Jawa Pos)
JawaPos.com – Setelah tiba di rumah dinas di Jalan Sedap Malam, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung bertemu sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Dia pun mengecek kondisi kota terkini melalui laporan-laporan yang disampaikan camat dan lurah.
Pengecekan tugas-tugas itu, antara lain, dilakukan melalui tablet dan telepon pintar miliknya. Selama ini koordinasi dan laporan dari anak buah Risma itu biasa melalui aplikasi Line. Bagian protokol pun mengatur kegiatan Risma agar tidak terlalu berat terlebih dahulu. Namun, aktivitas ringan mungkin bisa dilakukan. ”Kalau kemarin (Rabu 3/7, Red) belum masuk di HT dulu. Masih ngecek-ngecek via Line dan tab (komputer tablet, Red),” ungkap Kabaghumas Pemkot Surabaya M. Fikser kemarin.
Risma memang biasa memberikan instruksi melalui handie-talkie yang tembus ke semua dinas. Mulai urusan pekerjaan umum, pertamanan, utilitas, hingga satpol PP. Biasanya dia langsung bertanya atau memerintah jajaran untuk membereskan pekerjaan atau temuan lapangan.
Surat-surat rutin yang harus ditandatangani Risma pun sudah bisa ditandatangani. Sedangkan kegiatan sampai ke luar rumah dinas untuk pengecekan di lapangan belum bisa.
Fikser mengungkapkan, memang ada saran dari dokter agar Risma beristirahat terlebih dahulu untuk pemulihan Aktivitas yang berat dihindari. Dengan begitu, rencana untuk ke luar negeri pada pekan depan pun dibatalkan. ”Tanggal 7 atau 8 ibu mendapatkan undangan untuk berangkat ke Kolombia menjadi pembicara. Tapi, kami sudah sampaikan bahwa beliau berhalangan hadir karena masih pemulihan. Pihak panitia memahami,” ungkap Fikser kemarin.
Selain itu, pertengahan Juli ini Risma diagendakan untuk melakukan kunjungan ke New York sebagai presiden Persatuan Kota dan Pemerintah Daerah Se-Asia-Pasifik. Untuk agenda tersebut, Risma masih mungkin menghadirinya. Tapi, lagi-lagi itu sangat bergantung pada kondisi wali kota perempuan pertama Surabaya tersebut. ”Ibu sebagai presiden UCLG Asia-Pacific harus sampaikan tentang progres terbaru tentang pemerintah lokal dan kondisi Surabaya. Ini masih tunggu perkembangan,” jelas Fikser.
Setelah pulang dari Graha Amerta RSUD dr Soetomo itu, Risma pun tinggal di rumah dinas. Tidak ada dokter khusus yang disiagakan di rumah dinas tersebut untuk memantau kondisi Risma. Rumah dinas di seberang balai kota itu dipilih karena lokasinya dekat dengan kompleks kantor pemkot. Juga, dekat dengan RSUD dr Soetomo.
Sementara itu, kondisi Risma yang kembali pulih membuat gembira jajaran pejabat di pemkot. Tak terkecuali Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Dia pun mengucapkan syukur atas pulihnya kondisi Risma. ”Alhamdulillah Ibu Risma sudah bisa pulang dari rumah sakit. Kami berharap beliau bisa cepat pulih kembali kondisi kesehatannya seperti sedia kala,” jelas Whisnu kemarin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
