Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juni 2019 | 06.10 WIB

Dilema Terop Hajatan Warga, Butuh Ruang Serbaguna untuk Masyarakat

ADA ACARA: Warga memanfaatkan bahu jalan untuk terop di Jalan Lontar Sabtu (15/6). (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

ADA ACARA: Warga memanfaatkan bahu jalan untuk terop di Jalan Lontar Sabtu (15/6). (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir jalan-jalan di Surabaya Barat dihiasi tenda hajatan warga. Kondisi itu kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas. Misalnya, di Jalan Lontar. Jalan penghubung PTC dengan Sambikerep itu dikeluhkan pengendara karena hanya berlaku satu lajur. Sebab, separo badan jalan ditutup untuk ’’tenda biru’’. Pemandangan itu juga terlihat di Jalan Jelidro, Sambikerep, beberapa waktu lalu. Jalan ditutup total. Pengendara pun melewati gang kecil.

’’Iya, kalau pengendara yang tahu jalan alternatif itu. Kalau yang nggak tahu, ya terpaksa putar balik dan jauh,’’ ujar Mochammad Machmud, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, kemarin (16/6). Namun, menurut dia, warga setempat tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Selain jalan umum, mereka tidak punya pilihan lain. Sebab, di kawasan tersebut belum ada gedung serbaguna yang dibangun Pemkot Surabaya. ’’Kan belum ada gedungnya. Mereka mau buat tenda di mana?’’ ucapnya.

Menurut dia, sebagian gedung serbaguna di Surabaya Barat sudah dibangun pemkot. Misalnya, di RW 2, Tengger, Kandangan. Namun, di kawasan Jelidro dan Lontar memang belum ada pembangunan. Kawasan seperti Jalan Jelidro seharusnya memiliki gedung serbaguna. Sebab, pemkot punya banyak lahan di Sambikerep dan Lontar. ’’Itu kan bisa dimanfaatkan gedung serbaguna,’’ jelas pria dari Fraksi Partai Demokrat itu. Dia mengakui sudah ada gedung yang bisa digunakan warga, tetapi berbayar.

Terop di jalan memang menjadi dilema. Namun, Machmud berharap pembangunan gedung serbaguna bisa menjadi solusi. ’’Kami harapkan pemkot turun ke lapangan untuk menginventarisasi tanah-tanahnya dan berinisiatif membangun gedung serbaguna,’’ jelasnya. Sebab, jika hal itu dibiarkan, pembangunan terop yang menutup setengah maupun seluruh badan jalan tetap menjadi persoalan yang berkaitan dengan kelancaran lalu lintas.

Terlebih, Jalan Lontar, Jelidro, dan Jalan Kuwukan termasuk jalan sempit. Akses tersebut semakin hari semakin padat seiring pertumbuhan masyarakat setempat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore