
KEBERSAMAAN: Para anggota Ladies Study berfoto bersama di sela acara perayaan kelima komunitas mereka di Xo Palace di kawasan Kupang Indah Surabaya pada Rabu malam (7/6).(Foto: FRIZAL/JAWA POS)
Anniversary Kelima, Ladies Study Tumbuh Dewasa dan Makin Berdampak Nyata
Semangat untuk tidak pernah berhenti belajar terus digemakan dan selalu konsisten ditularkan oleh Komunitas Ladies Study sejak awal berdiri. Di tahun pertama kelahirannya, Ladies Study rutin menebar benih. Di tahun kelima ini, tunasnya sudah tumbuh menjadi pohon yang rindang meski bunganya belum terlalu lebat. Pohon itu ibarat anggota-anggotanya yang kini merasakan dampak positif. Menjadi sosok perempuan yang lebih percaya diri untuk tampil, untuk bicara, dan untuk ikut ambil bagian dalam misi kebaikan.
AWARDING: Apresiasi diberikan untuk duabelas orang yang dianggap sudah banyak memberikan support kepada Ladies Study.
Peringatan menandai anniversary ke-5 Ladies Study tidak dirayakan dengan pesta pora yang gegap gempita. Namun penuh kehangatan sekaligus sarat makna. Dibalut dalam makan malam bersama total lima puluh anggota dan delapan dewan penasihat, anniversary kelima dijadikan kesempatan untuk mengapresiasi banyak pihak. Ada beragam penghargaan yang diberikan pada Rabu malam (7/6) di XO Palace di kawasan Kupang Indah Surabaya.
Ada plakat untuk tiga orang penasihat dan enam orang ladies yang dianggap berprestasi dalam praktik kepemimpinannya. Tiga orang penasihat yang tak henti berdedikasi itu adalah perajin batik Sekar Jati asal Jombang, Ririn Asih Pindari, tokoh Tionghoa ada Solo, Sumartono Hadinoto, dan psikolog sekaligus dosen Astrid Wiratna. Selain itu ada pula award untuk lima belas orang pemenang Study Leadership. Memang salah satu topik study yang rutin diadakan adalah upaya untuk mencetak perempuan dengan jiwa leadership. Yang mampu memimpin dengan power sekaligus penuh empati.
Sosok leader yang membimbing anak buahnya hingga berhasil. Serta fokus tidak hanya pada hasil tetapi juga menghargai setiap jengkal proses yang dilalui. Apresiasi juga diberikan untuk dua belas orang yang dianggap sudah banyak memberikan support. Sehingga Ladies Study bisa menapaki visi misinya dengan lebih bersinar.
Ketua Umum Ladies Study Ina Gunawan mengatakan, napas utama yang senantiasa diingatkan pada para anggota adalah untuk tidak pernah berhenti belajar dalam hidup yang dinamis. Juga harus selalu membina hubungan baik diantara anggota seperti keluarga besar. Dia mengungkapkan, banyak diantara ladies yang sudah merasakan manfaat dan perubahan ke arah positif yang lebih baik.
Ketua Umum Ladies Study Ina Gunawan memberikan plakat penghargaan pada tiga orang dewan penasihat atas dedikasinya yang tiada henti, yakni Sumartono Hadinoto, Astrid Wiratna, dan Ririn Asih Pindari.
"Sudah banyak yang percaya diri untuk maju membacakan karya tulisnya. Atau wisdom quote dan visi misi komunitas yang dibacakan setiap kali kami menggelar pertemuan untuk study. Padahal sebelumnya masih malu-malu atau nggak pede karena belum pernah ada orang yang mendorong dan membina. Harapannya hal seperti itu lantas bisa ditularkan pada keluarga sebagai bagian terkecil masyarakat," paparnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Ketua Ladies Study Lily Liem. Selama lima tahun, para anggota tumbuh dan belajar bersama. Mereka tampil sebagai pribadi yang jauh lebih percaya diri. "Saya melihat banyak sister yang mengalami kemajuan. Sekarang jadi lebih berani dan itu membuat kami bangga serta bersyukur bisa sampai hari ini. Mimpi kedepan, semoga semua sister lebih maju lagi dan punya dedikasi tiada henti untuk Ladies Study," ujar dia.
Malam itu keseruan dan kehangatan salah satunya tercipta dengan adanya parade semua anggota menuju ke depan panggung dengan menyanyikan lagu ulang tahun dan diakhir dengan meriahnya confetti. Lalu disambung nyanyi bareng beberapa lagu mulai dari Lilin-lilin Kecil hingga lagu Maumere yang sering digunakan untuk mengiringi senam Gemufamire.
TERIMA KASIH: Para Dewan Penasehat yang tidak henti memberikan dukungan untuk berkembangnya Ladies Study.
Meletakkan Dasar-dasar Kebaikan di Dalam Rumah
Founder Ladies Study Ursulla Pradjonggo menginisiasi grup tersebut pada Maret 2018. Sepulangnya dari India atas undangan istri Duta Besar USA untuk Kolkata, Mrs Meeryung Hall. Dalam kesempatan itu dia diajak turut serta menghadiri berbagai undangan resmi kedutaan. Termasuk kunjungan ke area kumuh di tengah kota yang ditempati oleh kaum marginal.
Dia juga mengunjungi gedung besar dan semua ruangan yang ada didalam area Mother Teresa Ministry. Disana dia menyaksikan anak-anak dan perempuan terbuang. Diantara mereka ada yang tidak sempurna fisiknya atau terlahir cacat. Hatinya bergetar. Lidahnya kelu. Air matanya tumpah. Momen itu merupakan titik balik terbesar dalam hidupnya.
"Menuntun saya pada sebuah makna kehidupan sejati. Seolah menerima panggilan-Nya untuk membawa kesatuan hati lintas agama dan lintas budaya. Juga membawa pada sebuah perenungan mengapa saya sampai ada disana dan apa tujuan saya lahir ke bumi ini," kenangnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
