
Pelindo Buka Suara Soal Klaim Rumah Kakek Wawan Diserobot Jadi Dapur MBG: Itu Playing Victim! (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Pelindo Regional III buka suara soal isu seorang kakek bernama Wawan Syarwhani, 80 tahun, yang mengaku rumahnya mendadak diubah secara sepihak menjadi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengakuan tersebut viral di media sosial hingga memunculkan narasi negara menyerobot tanah milik masyarakat. Padahal, bangunan yang berada di Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A Surabaya, berdiri di atas tanah milik Pelindo.
Sub Regional Head Jawa PT Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo menegaskan bahwa narasi alih fungsi rumah Kakek Wawan menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), secara sepihak tidak lah benar.
"Saya kira kalau yang disampaikan yang bersangkutan itu sangat tidak mendasar ya. Karena kami sudah melaksanakan sesuai hasil putusan pengadilan. Saya kira itu playing victim lah itu," tutur Wahyu, Selasa (27/1).
Sebagai informasi, perselisihan antara PT Pelindo dan Kakek Wawan sejatinya sudah terjadi sejak 2017. Saat itu, Pelindo mengajukan gugatan kepada Wawan atas tuduhan penyerobotan lahan.
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menetapkan putusan inkracht (berkekuatan hukum tetap) dan melakukan eksekusi lahan HPL di Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A Surabaya, dengan pemohon eksekusi adalah PT Pelindo.
Eksekusi rumah itu dilakukan pada 21 Mei 2024. Wahyu mengatakan bahwa Kekek Wawan turut hadir dan menyaksikan proses eksekusi. Karena itu, ia merasa heran dengan narasi "menyerobot" yang beredar di media sosial.
"Yang bersangkutan juga mengetahui dan videonya ada. Kami sudah melaksanakan (eksekusi) sesuai dengan hasil putusan di pengadilan. Surat putusannyq ada, berita eksekusi ada semua," imbuhnya.
Terkait pemanfaatan lokasi sebagai dapur MBG, Wahyu menyampaikan bahwa penggunaan aset tersebut adalah kerja sama yang sah dan legal antara PT Pelindo selaku pemegang Sertifikat HPL dengan Polres Tanjung Perak.
"Kami menegaskan seluruh tindakan Pelindo berlandaskan pada ketentuan hukum dan putusan pengadilan yang berlaku, sehingga tidak ada unsur perbuatan melawan hukum sebagaimana yang menjadi isu," pungkas Wahyu.
Kronologi Singkat
Pengakuan Wawan Syarwhani, kakek 80 tahun asal Surabaya, yang mengklaim rumahnya tiba-tiba dibongkar dan diubah menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi sorotan masyarakat.
Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, bangunan di atas lahan seluas 536 m² di Jalan Teluk Kumai Timur Nomor 83 A, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya itu kini menjadi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bangunan tersebut didominasi warna putih dan biru tua. Terpasang pula plang bertuliskan "Badan Gizi Nasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pelabuhan Tanjung Perak".
Wawan mengatakan bahwa dirinya membeli rumah tersebut dari penghuni sebelumnya sejak 1992. Namun sejak 2025, rumah tersebut dibiarkan kosong dengan pagar yang masih dalam kondisi terkunci.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
