Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Januari 2026 | 13.34 WIB

Virtual Journey to Green Power: Menyusuri Masa Depan Energi dari Sampah Kota Surabaya

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo Surabaya, kolaborasi PLN dan Pemkot Surabaya menjadi percontohan nasional. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com–Sampah menjadi persoalan klasik yang dihadapi kota-kota metropolis. Denyut aktivitas warga dari dapur rumah tangga, pasar, hingga pusat perbelanjaan, melahirkan ribuan ton sampah setiap hari.

Jika tak dikelola dengan tepat, tumpukan sampah tersebut bukan hanya menjadi persoalan estetika, tetapi juga ancaman lingkungan dan kesehatan masyarakat. Namun tidak dengan Kota Surabaya

Daerah berjuluk Kota Pahlawan ini memiliki jalan berbeda. Sampah yang selama ini dianggap sebagai beban, pelan-pelan diubah menjadi peluang, melalui pengolahan terintegrasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. 

Di sudut Barat Kota Pahlawan, tepatnya di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal, sampah tidak lagi berakhir sebagai timbunan semata. Tapi diproses menjadi sumber energi listrik yang menopang kebutuhan masyarakat. 

PLTSa Benowo: Bukti Nyata Energi Bersih dari Sampah Perkotaan

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kerap dipromosikan sebagai solusi masa depan pengelolaan sampah perkotaan. Namun realita di lapangan, gagasan ini masih bergulat dengan tantangan operasional dan keberlanjutan. 

Di Surabaya, narasi ini dipatahkan dengan kehadiran PLTSa Benowo. Beroperasi lebih dari sembilan tahun, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini menyumbang energi bersih hingga 166,1 Gigawatt hour (GWh). 

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur Ahmad Mustaqir mengatakan, PLTSa Benowo adalah wujud nyata kolaborasi PLN dengan Pemkot Surabaya untuk mendukung energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. 

"Setiap tahunnya, PLTSa Benowo berkontribusi memasok energi bersih sekitar 5,5 GWh dan 30 GWh untuk masing-masing pembangkit. Yakni pembangkit berkapasitas 1,65 MW dan 9 MW," tutur Mustaqir, Jumat (16/1). 

PLN berkomitmen untuk terus menambah bauran energi terbarukan. Ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. 

Ubah 1.600 Ton Sampah Jadi Listrik 12 MW Per Hari

Pengelolaan sampah tak lagi menjadi persoalan klasik, sejak adanya PLTSa pada 2015. Dengan teknologi tersebut, kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta ini mampu mengolah ribuan sampah menjadi listrik. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dedik Irianto mengungkapkan setiap harinya, ada sebanyak 1.600 ton sampah yang diubah menjadi energi listrik di Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Benowo. 

"Sampah-sampah tersebut diolah dan menghasilkan listrik 12 megawatt (MW). Jadi begini, ada dua teknologi pengelolaan sampah yang dilakukan di PLTSa Benowo," tutur Didik Irianto. 

Teknologi pertama adalah landfill gas power plan, yang mengolah sampah organik dengan metode menyedot gas metan pada tumpukan sampah. Dengan teknologi ini, PLTSa Benowo menghasilkan listrik 2 MW setiap hari. 

"Sementara sampah non organik diolah menggunakan teknologi termokimia atau gasifikasi power plan. Teknologi ini menghasilkan listrik 9 MW setiap harinya," sambung dia. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore