Posko Ganjar Presiden diresmikan di Kampung Pandean, Kelurahan Peneleh.
JawaPos.com–Bertepatan peringatan Hari Lahir Bung Karno, 6 Juni, PDI Perjuangan Kota Surabaya meresmikan posko Ganjar Presiden di Kampung Pandean, Kelurahan Peneleh, Genteng.
Di kawasan Kampung Soekarno, hanya beberapa puluh meter dari Pandean Gang 4 No. 40, tempat rumah Putra Sang Fajar dilahirkan 1901.
”Peresmian Posko Ganjar Presiden berlangsung istimewa, yakni di kawasan Kampung Soekarno, tepat pada Hari Lahir Putra Sang Fajar pada 6 Juni,” ujar Mohammad Jupri, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Genteng, Selasa (6/6).
Sekitar 150 orang hadir dalam perempuan Posko Ganjar Presiden di Kampung Pandean, Kelurahan Peneleh itu. Posko didirikan dengan mengambil tempat pertemuan di kampung RT 02, RW 13, Kelurahan Peneleh.
Dihadiri juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya. Juga Wakil Ketua DPC Kota Surabaya Budi Leksono, Wakil Sekretaris DPC Achmad Hudayat, dan Sekretaris PAC PDIP Genteng Norma Yunita yang juga anggota DPRD Kota Surabaya.
”Posko Ganjar Presiden ini menandai kehadiran kader-kader PDI Perjuangan di tengah warga masyarakat, yang tidak pernah berhenti bergerak,” kata Jupri.
Budi Leksono mengingatkan, posko itu menjadi tempat berkumpul dan menguatkan konsolidasi antara kader banteng dengan warga masyarakat.
”Saya juga perlu sampaikan, aspirasi warga masyarakat yang menginginkan diberi program kursus bahasa asing agar anak-anak muda terampil menjadi guide wisatawan asing yang berkunjung ke Kampung Soekarno,” kata Budi Leksono, yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Adi Sutarwijono akan menindaklanjuti usul dari warga masyarakat itu. ”Nanti kita perjuangkan di kantor DPRD dan ranah kebijakan pemerintahan,” kata Adi.
Dia memastikan, keberadaan posko-posko Ganjar Presiden yang semakin menjamur di Kota Surabaya harus berfungsi untuk menjamur aspirasi warga masyarakat.
”Hari ini kita resmikan Posko Ganjar Presiden di Kampung Soekarno, tepat 6 Juni yang kita peringati sebagai Hari Lahir Bung Karno,” kata Adi.
Achmad Hidayat mengatakan, keberadaan posko Ganjar Presiden semakin menguatkan gotong royong di kampung-kampung.
”Spirit gotong royong diajarkan Bung Karno, digali dari kearifan masyarakat Indonesia di seantero Nusantara, dan sekarang kita warisi praktik kehidupan sehari-hari,” kata Achmad Hidayat.
Dijelaskan Adi, Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno. Dimulai peringatan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, kemudian 6 Juni diperingati Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni diperingati wafatnya Sang Proklamator yang dimakamkan di Kota Blitar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
