
Keramaian malam tahun baru 2026 di Jalan Tunjungan, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Surabaya merayakan momen malam pergantian tahun dengan sederhana, tidak ada pesta kembang api, sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana di Sumatera - Aceh.
Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini rupanya juga berdampak pada timbunan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat timbunan sampah selama malam tahun baru 2026 menurun drastis.
Bahkan tidak sampai 5 ton, jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan timbunan sampah malam Tahun Baru 2025 yang mencapai 14 ton. Hal ini disampaikan oleh Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto.
"Jadi untuk tahun ini volume sampah dari hasil kegiatan malam tahun baru jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau tahun kemarin kurang lebih 14 ton," ujar Dedik di Balai Kota Surabaya, Jumat (2/1).
Menurutnya, penurunan volume timbunan sampah pada malam tahun baru ini dipicu karena tidak adanya pesta besar kembar api. Masyarakat pun memilih menghabiskan malam pergantian tahun secara sederhana.
"Tahun ini memang sudah ada imbauan Wali Kota untuk tidak mengadakan acara (besar), karena ada saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera, sehingga aktivitas masyarakat di lapangan juga berkurang," tambahnya.
Adapun sampah sebanyak kurang lebih 5 ton tersebut dihasilkan dari titik-titik keramaian, seperti depan Gedung Grahadi (Taman Apsari), Taman Mundu, Kawasan Kota Lama, Taman Suroboyo, dan Balai Kota (Taman Surya).
"Mayoritas itu botol plastik, kardus, sama sisa makanan. Tetapi sampahnya juga enggak terlalu banyak, karena kita sudah imbuhan dari Pak Wali juga sudah didengerin sama masyarakat gitu," ucap Dedik.
Ia menegaskan, volume timbunan sampah sekitar 5 ton tersebut merupakan timbunan dari satu malam (tahun baru), tidak termasuk sampah domestik, yang rata-rata mencapai 1.800 ton per hari di Kota Surabaya.
"(5 ton sampah hasil dari) satu kegiatan malam tahun baru, nggak dihitung sama sampah yang dari TPS-TPS loh, bukan loh. Kalau yang 1.800 itu kan yang sampah yang di TPS-TPS itu," tukasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
