
Tersangka memegang perut korban untuk memastikannya sudah tidak bernyawa.
JawaPos.com – Rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Muhammad Qo’dad Af’alul Kirom dilakukan, Rabu (31/5). Satreskrim Polres Gresik menggelar kejadian atas peristiwa pada 29 April lalu itu. Setidaknya ada sembilan adegan yang diperagakan pelaku.
Dalam reka ulang tersebut, pelaku mempersiapkan beberapa hal sebelum membunuh putri kandungnya. Di antaranya, mencari informasi di internet tentang tata cara membunuh dengan cepat dan menguji ketajaman pisau pada sandal jepit.
Hingga melaksanakan salat Subuh dan berdoa agar putrinya masuk surga. ’’Pada adegan ketujuh, pelaku menusuk punggung korban. Saat itu korban masih tertidur, sekitar pukul 04.30,’’ ujar Kanitpidum Ipda Komang Andhika Haditya Prabu.
Bahkan, pelaku sempat memastikan kondisi korban dengan memeriksa perut dan melipat tangan korban. Setelah itu, pelaku pun meninggalkan korban dan menyerahkan diri ke Polsek Tandes.
’’Hasil rekonstruksi tersebut digunakan untuk melengkapi berkas perkara. Supaya segera bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik,’’ ucapnya.
Pihak kepolisian juga masih menunggu hasil tes kejiwaan terhadap pria 29 tahun tersebut. Tujuannya, memastikan bahwa ayah sadis itu melakukan perbuatannya secara sadar dan tanpa tekanan apa pun.
’’Tetap harus dibuktikan. Meskipun, pelaku mengakui semua perbuatannya,’’ ujar Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan.
Terlebih, tersangka pernah menjalani perawatan di RSJ Menur Surabaya atas keterlibatannya dalam bisnis gelap narkoba. ’’Rehabilitasi yang dilakukan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Terhitung sejak Mei hingga Agustus 2022,’’ lanjutnya.
Sebelumnya, pada 9 Mei lalu, Korps Bhayangkara menjabarkan motif perbuatan keji tersebut. Pria 29 tahun itu terancam hukuman mati. Hal tersebut tidak terlepas dari perbuatan pelaku yang dilakukan dengan sadar dan sengaja.
Bahkan, tersangka sempat merencanakan untuk membunuh putri kandungnya yang masih berusia 9 tahun itu. Salah satunya, menyiapkan peralatan pisau yang digunakan untuk membunuh korban.
’’Saat ditemukan, kondisi korban telungkup bersimbah darah. Dalam keadaan sudah meninggal,’’ ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom.
Berdasar hasil interogasi, tersangka mengalami kondisi frustrasi lantaran permasalahan ekonomi. Hingga merembet pada kisruh rumah tangga.
’’Tidak memiliki pekerjaan tetap. Tiga hari sebelum kejadian, istrinya pergi dari rumah dan memilih menjadi wanita penghibur,’’ lanjutnya.
Anehnya, setelah menghabisi nyawa putrinya, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Tandes. Serta, menceritakan segala perbuatan biadabnya kepada petugas.
’’Kami pun bergerak melakukan pemeriksaan. Di kawasan Desa Putat Lor pada 29 April lalu,’’ ungkap Adhitya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
