Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juni 2023 | 18.08 WIB

Ayah Pembunuh Bayi di Gresik Browsing di Internet Cara Membunuh Anak dengan Cepat

Tersangka memegang perut korban untuk memastikannya sudah tidak bernyawa. - Image

Tersangka memegang perut korban untuk memastikannya sudah tidak bernyawa.

JawaPos.com – Rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Muhammad Qo’dad Af’alul Kirom dilakukan, Rabu (31/5). Satreskrim Polres Gresik menggelar kejadian atas peristiwa pada 29 April lalu itu. Setidaknya ada sembilan adegan yang diperagakan pelaku.

Dalam reka ulang tersebut, pelaku mempersiapkan beberapa hal sebelum membunuh putri kandungnya. Di antaranya, mencari informasi di internet tentang tata cara membunuh dengan cepat dan menguji ketajaman pisau pada sandal jepit.

Hingga melaksanakan salat Subuh dan berdoa agar putrinya masuk surga. ’’Pada adegan ketujuh, pelaku menusuk punggung korban. Saat itu korban masih tertidur, sekitar pukul 04.30,’’ ujar Kanitpidum Ipda Komang Andhika Haditya Prabu.

Bahkan, pelaku sempat memastikan kondisi korban dengan memeriksa perut dan melipat tangan korban. Setelah itu, pelaku pun meninggalkan korban dan menyerahkan diri ke Polsek Tandes.

’’Hasil rekonstruksi tersebut digunakan untuk melengkapi berkas perkara. Supaya segera bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik,’’ ucapnya.

Pihak kepolisian juga masih menunggu hasil tes kejiwaan terhadap pria 29 tahun tersebut. Tujuannya, memastikan bahwa ayah sadis itu melakukan perbuatannya secara sadar dan tanpa tekanan apa pun.

’’Tetap harus dibuktikan. Meskipun, pelaku mengakui semua perbuatannya,’’ ujar Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan.

Terlebih, tersangka pernah menjalani perawatan di RSJ Menur Surabaya atas keterlibatannya dalam bisnis gelap narkoba. ’’Rehabilitasi yang dilakukan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Terhitung sejak Mei hingga Agustus 2022,’’ lanjutnya.

Sebelumnya, pada 9 Mei lalu, Korps Bhayangkara menjabarkan motif perbuatan keji tersebut. Pria 29 tahun itu terancam hukuman mati. Hal tersebut tidak terlepas dari perbuatan pelaku yang dilakukan dengan sadar dan sengaja.

Bahkan, tersangka sempat merencanakan untuk membunuh putri kandungnya yang masih berusia 9 tahun itu. Salah satunya, menyiapkan peralatan pisau yang digunakan untuk membunuh korban.

’’Saat ditemukan, kondisi korban telungkup bersimbah darah. Dalam keadaan sudah meninggal,’’ ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom.

Berdasar hasil interogasi, tersangka mengalami kondisi frustrasi lantaran permasalahan ekonomi. Hingga merembet pada kisruh rumah tangga.

’’Tidak memiliki pekerjaan tetap. Tiga hari sebelum kejadian, istrinya pergi dari rumah dan memilih menjadi wanita penghibur,’’ lanjutnya.

Anehnya, setelah menghabisi nyawa putrinya, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Tandes. Serta, menceritakan segala perbuatan biadabnya kepada petugas.

’’Kami pun bergerak melakukan pemeriksaan. Di kawasan Desa Putat Lor pada 29 April lalu,’’ ungkap Adhitya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore