
Mohamad Yusak Anshori
SURABAYA, kota terbesar di Indonesia Timur, dikenal dengan keberagaman dan kekayaan budayanya. Namun, belakangan ini konsistensi city branding yang diterapkan di kota ini kurang memadai, menciptakan kebingungan.
’’Sparkling Surabaya’’, city branding yang pernah sangat populer pada 2005–2010, sebenarnya masih relevan hingga kini. City branding itu dahulu dibuat dengan mengedepankan kerja sama antar-stakeholder pariwisata Surabaya.
Awalnya pembangunan city branding tersebut dikolaborasikan dengan kegiatan tahunan Surabaya Shopping Festival (SSF). Karena itu, penyelenggaraan kembali SSF setelah beberapa tahun vakum karena wabah Covid-19 merupakan salah satu langkah yang sangat bagus untuk menggerakkan lagi pariwisata Surabaya seperti sebelum Covid-19.
City branding yang sekarang bermunculan seperti ’’Surabaya Hijau’’, ’’Surabaya Wani’’, ’’Surabaya OK’’, dan ”Surabaya Oye” menunjukkan bahwa pengelolaan city branding kota sudah tidak ditangani secara serius.
Hal itu tentu saja membingungkan masyarakat dan mengurangi daya tarik kota karena ketidakjelasan dan ketidakkonsistenan atas city branding yang digunakan. Maka dari itu, SSF yang pernah menjadi ajang kerja sama antara Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Surabaya dan stakeholder pariwisata lainnya diharapkan dapat membantu memulihkan kegiatan pariwisata Kota Surabaya dan menaikkan daya tarik kota ini sebagai pusat perbelanjaan dan city tourism di Indonesia Timur.
Selain SSF, pemerintah kota perlu merevitalisasi kegiatan pariwisata tahunan lainnya seperti Surabaya Art Festival, Surabaya Cross Culture, dan Surabaya Health Season dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi. Tujuannya adalah menarik generasi muda dan menunjukkan kebanggaan mereka akan kota ini.
Penerapan teknologi seperti virtual reality atau augmented reality dalam Surabaya Cross Culture dan kerja sama dengan aplikasi kesehatan dan olahraga populer dalam Surabaya Health Season dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada masyarakat.
Langkah-langkah konkret itu, bersama dengan konsistensi menerapkan city branding ’’Sparkling Surabaya’’ dalam kebijakan dan program, menjadi kunci untuk mengembalikan daya tarik Surabaya.
Sinergi antara pemerintah kota, pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat juga penting dalam mewujudkan ’’Sparkling Surabaya’’. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, Surabaya bisa kembali menjadi kota yang bersinar dan magnet bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Penambahan jumlah penerbangan yang datang ke Surabaya, baik domestik maupun internasional, hendaknya dapat diantisipasi dengan baik sehingga bisa meningkatkan jumlah pengunjung yang signifikan. Konsep pengembangan city tourism yang didasarkan pada shopping mall dan golf course itu memang berbeda dengan resort tourism yang berdasar pada alam dan budaya.
Pemerintah Kota Surabaya seyogianya memahami sumber daya pariwisata yang dimiliki sehingga dapat membuat kebijakan yang sesuai dengan target pasar yang diinginkan tanpa harus latah mengikuti daerah lain yang memiliki sumber daya pariwisata berbeda.
Untuk tetap relevan dan menarik, Pemerintah Kota Surabaya perlu mengembangkan program baru, seperti Surabaya Start-up Festival, Surabaya Green Initiative, Surabaya Youth Empowerment Program, dan Surabaya Culinary Festival. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat menjadi calendar of events selama satu tahun sehingga selalu ada kegiatan pariwisata setiap bulannya di Surabaya.
Dengan berkolaborasi dalam mengimplementasikan program-program baru itu dan merevitalisasi kegiatan yang ada, Surabaya memiliki potensi besar untuk kembali menjadi kota yang gemilang dan inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia. (*)
*) Mohamad Yusak Anshori, associate professor of management Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan mantan executive director Surabaya Tourism Promotion Board (STPB)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
