
PUSAT EKONOMI: Deretan kafe yang ada di Jalan Tunjungan beberapa waktu lalu. Capaian investasi Surabaya terus tumbuh. Pemkot optimistis nilainya melebihi tahun lalu.
JawaPos.com – Investasi menjadi salah satu faktor kemajuan wilayah. Modal yang masuk itu menggerakkan roda perekonomian, mendorong pembangunan, hingga mengurangi angka pengangguran. Meski sempat menurun saat pandemi Covid-19, capaian investasi Surabaya kembali bergerak naik.
Modal yang masuk di metropolis pada triwulan I tahun ini mencapai Rp 6,1 triliun. Perinciannya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 5,4 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp 0,7 triliun.
Sektor properti mendominasi investasi. Mulai perumahan, kawasan industri, hingga perkantoran. Persentasenya 30 persen dari total investasi atau sekitar Rp 1,82 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan, persebaran investasi di Surabaya merata. Pada triwulan I, para investor menyasar kawasan Sukolilo.
Nilai investasinya paling tinggi, yaitu Rp 1,97 triliun. Di daerah lain seperti Asemrowo dan Semampir, nilai investasinya juga meningkat.
”Setiap wilayah memang memiliki karakteristik daya tarik yang berbeda,” ujarnya Senin (29/5).
Kebutuhan hunian di Kota Pahlawan memang terus meningkat. CEO Pro Edge Joseph Lukito Utojohardjo menyatakan, pangsa pasar rumah di bawah Rp 500 juta masih mendominasi.
Sebab, banyak calon pembeli perumahan itu yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka mencari rumah murah meski berada di pinggiran Surabaya dengan ukuran yang tak terlalu luas.
”Harus lihat karakteristik pasar yang ada seperti harga properti dan ketersediaan lahan,” ujarnya.
Disusul rumah kelas menengah. Pembelinya cukup banyak, tapi unitnya terbatas. Sementara itu, untuk rumah mewah, pembelinya masih minim. Dengan begitu, tidak semua developer berfokus menyediakan rumah tipe itu.
Warga yang hendak membeli rumah mewah mencari alternatif lain. Yaitu, membeli kavling atau secondary house. Menurut Joseph, rumah tapak masih diminati ketimbang hunian vertikal.
”Karena kalau tinggal di apartemen, ada konsekuensi lain seperti iuran dan minim sosialisasi,” katanya.
Pascapandemi, transaksi jual beli melalui e-commerce meningkat. Itu membuat pengusaha melirik sektor pergudangan. Mereka berlomba menyewa gudang untuk menyimpan barang sehingga bisa menekan biaya pengeluaran.
”Tapi, ada tantangan. Yaitu, tenaga kerja yang terbatas,” tutur Joseph.
Percepatan laju investasi juga harus didukung dengan regulasi. Joseph berharap perizinan, utamanya di bidang real estate, semakin cepat dan mudah.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
