
Sejumlah tokoh PDIP mengantarkan jenazah mantan Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana ke TPU Keputih Surabaya, Minggu (28/5).
JawaPos.com - Keluarga dan kerabat dekat dari almarhum Whisnu Sakti Buana masih belum percaya jika orang yang dicintainya pergi untuk selama-lamanya. Mantan Wakil Wali Kota Surabaya itu meninggal dunia di RS Premier Surabaya, Nginden.
Salah seorang kerabat Whisnu yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sebelum meninggal, Whisnu bersama anak bungsunya menonton film The Little Mermaid di bioskop. Setelah menonton, Whisnu pulang ke rumah.
"Dalam kondisi sehat kok. Balik ke rumah ya ketawa-tawa. Pagi itu masih ngopi dan sarapan," ungkapnya.
Setelah sampai di rumah, lanjut kerabat Whisnu itu, almarhum bergegas mandi. Sekitar pukul 22.00 WIB, Whisnu urung mandi. Dia menelepon istrinya yang kala itu berada di lantai bawah rumah.
"Almarhum (Whisnu, Red) telepon bilang saya sesak. Saya kebetulan langsung lihat, dan tanpa banyak ngomong bergegas ke RS Premier," jelasnya.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Whisnu dipangku istri. Disampaikan berdasar kerabatnya itu, Whisnu tak lagi bisa berinteraksi di dalam mobil.
"Tiba di UGD rumah sakit, saya langsung teriak. Sempat ditangani selama satu jam. Di rumah sakit, saya lihat wajahnya sudah mulai membiru," ungkapnya.
Whisnu merupakan mantan wali kota Surabaya. Dia sempat menjabat sebagai wali kota Surabaya selama 7 hari. Tepatnya pada 11 hingga 17 Februari 2021.
Sebelumnya, ayah dari empat orang anak itu menjadi Pelaksana Tugas (Plt) menggantikan Tri Rismaharini pada 24 Desember 2020. Kala itu, Tri Rismaharini ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial.
Whisnu tercatat sebagai wali kota Surabaya dengan masa jabatan terpendek sepanjang sejarah. Pria 49 tahun itu juga tercatat sebagai wali kota definitif dengan masa jabatan terpendek bersama Wali Kota Medan Akhyar Nasution yang dilantik dan berakhir masa jabatannya di hari yang sama dengan Whisnu.
Sebelumnya, Whisnu juga pernah bertarung di arena pilkada (pemilihan kepala daerah). Sejak 2014, Whisnu Sakti Buana duduk di kursi wakil wali kota Surabaya bersama Tri Rismaharini.
Tak hanya di eksekutif, karir Whisnu di legislatif juga moncer. Sebelum berkarir di eksekutif, anak dari politikus sekaligus pejuang reformasi Soetjipto Soedjono itu pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dan anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan.
Namun, pada 8 November 2013, Whisnu terpilih secara aklamasi oleh DPRD Kota Surabaya untuk menjadi wakil wali kota Surabaya. Sisa periode 2010-2015 menggantikan Bambang Dwi Hartono yang resmi mengundurkan diri pada 14 Juni 2013.
Whisnu pernah meraih penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), Piala Kalpataru, dan Adi Wiyata Mandiri untuk tingkat pendidikan.
Ketua DPC Surabaya Adi Sutarwijono menyatakan, PDIP Surabaya kehilangan sosok dan kader terbaik yang gigih serta mau berjuang untuk rakyat. Dalam masa menjadi kader, Whisnu pernah menjabat sebagai sekretaris DPC PDIP Surabaya kemudian duduk di kursi Ketua DPC PDIP Surabaya selama 10 tahun (2009-2019) atau dua periode.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
