Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Mei 2023 | 16.01 WIB

Wakil Wali Kota Armuji Kaget, Surabaya Tak Masuk Smart City

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. - Image

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.

JawaPos.com–The Smart City Observatory oleh IMD World Competitiveness Center merilis daftar Smart City Index (SCI) 2023 atau daftar indeks kota pintar di dunia.

Dari total 141 kota dari seluruh dunia yang diteliti, ada tiga kota di Indonesia yang masuk daftar tersebut. Ketiga kota tersebut Jakarta, Medan, dan Makassar.

Tidak ada nama Surabaya dalam deretan kota smart city survei IMD tersebut. Dalam daftar tersebut, Jakarta ada di posisi ke-102, Medan menempati urutan ke-112, dan Makassar posisi ke-114 sebagai smart city atau kota pintar terbaik di dunia.

Kabar Surabaya tak masuk smart city di tingkat dunia itu kali pertama disampaikan Erick Thohir pada 25 Mei di Jakarta. Menteri BUMN itu mengaku terkejut mendengar kabar jika Surabaya tak masuk dalam daftar smart city.

Hal yang sama juga dirasakan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Cak Ji, sapaan akrabnya itu, mengatakan, di Surabaya sudah menggunakan by digital. KTP digital juga, lanjut dia, paling tinggi di Jawa Timur.

”Semua sudah terdigitalisasi layanan kami. Sudah sangat smart. Layak harusnya, termasuk layanan menikah lewat Lontong Balap Kupang,” papar Armuji, politikus PDIP Surabaya itu.

Sebelumnya, Pimpinan DPRD Kota Surabaya juga mempertanyakan hasil penilaian yang menyebutkan Kota Surabaya tidak masuk dalam Smart City Index (SCI) atau indeks kota pintar di dunia.

”Kok aneh, jika Surabaya yang merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia tidak masuk smart city,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A. H. Thony di Surabaya, Sabtu (27/6).

Namun Thony menanggapi dingin dan tidak mau terprovokasi dengan kabar yang menempatkan Surabaya di bawah kota-kota lain di Indonesia.

”Karena membangun kota ini dengan semangat yang memang terus menjadikan Surabaya lebih baik. Kalau kemudian ada yang menilai Surabaya tidak masuk smart city, tidak begitu risau,” ujar Thony.

Menurut dia, sebelum kota-kota lain masuk dalam daftar smart city index, Kota Surabaya sudah lebih dahulu sudah melampaui kota lain. ”Itu sudah bertahun-tahun lalu, berbagai penghargaan tingkat dunia dan nasional diraih Surabaya,” ucap Thony.

Dia menambahkan, smart city index bukan satu satunya target. Yang penting sekarang ini adalah menjadikan Surabaya benar-benar menjadi kota dunia yang perlu digapai.

”Kalau ada penilaian sekelompok atau tim yang tidak memasukkan Surabaya dalam smart city, saya pikir semua kota akan mempertanyakan objektivitas dari penilaian itu. Justru penilaian ini tidak legitimate di mata masyarakat,” papar Thony seperti dilansir dari Antara.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore