
PADAT: Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Lontar kemarin (24/5). Kemacetan itu dipicu pertumbuhan aktivitas warga dan penambahan volume kendaraan bermotor.
JawaPos.com – Pengembangan kota harus diikuti penambahan fasilitas. Salah satu kebutuhan utama adalah ketersediaan jalan. Imbas kemajuan kawasan itu terlihat di Surabaya Barat, tepatnya di wilayah Lontar. Kawasan tersebut kerap macet.
Setiap hari Rohman Eko Purnomo harus berangkat kerja pukul 05.30. Maksimal 06.00. Lebih dari itu, Rohman akan terjebak kemacetan panjang di kawasan Lontar. ”Kebetulan akses dari rumah ke kantor harus lewat situ,” ucapnya Rabu (24/5).
Jarak rumah Rohman ke kantornya sebenarnya tidak jauh. Apabila lalu lintas lancar, setengah jam sudah sampai. Namun, berbeda kondisinya ketika macet. Waktu tempuhnya bisa lebih dari satu jam.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman menyebutkan, kondisi yang terjadi tidak terlepas dari tingginya volume kendaraan. Ditambah lagi kapasitas jalan juga terbatas.
”Bukan macet. Hanya memang padat,” ujarnya.
Menurut Arif, kepadatan lalu lintas sering terpantau di wilayah perbatasan ketika sore. Salah satu penyebabnya adalah jam pulang kerja hampir bersamaan dengan pulang sekolah. Tidak sedikit pekerja yang pulang ke rumahnya di daerah penyangga.
”Kalau pagi kan terpecah. Jam sekolah lebih pagi dari jam kerja,” paparnya.
Ada beberapa faktor lain yang memengaruhi kepadatan di kawasan Lontar. Di antaranya ruas jalan yang terbatas, perkembangan aktivitas, dan kontur tanah setempat.
”Memang kan ngantong juga ya. Jadi, kalau ada hujan deras, ada titik yang banjir,” jelas Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita kemarin.
Adi menerangkan, proyek jalan alternatif menjadi salah satu solusi yang dikejar Pemkot Surabaya. Pembangunan radial road yang sudah dirancang sejak lama kini mulai berjalan.
”Sudah masuk tahap lelang. Rencananya, pekan depan pemenang sudah diumumkan,” imbuhnya.
Jalan baru tersebut bakal membujur sejajar di sisi selatan Jalan Lontar. Desainnya adalah menghubungkan titik jalan di depan Masjid Baiturrozaq CitraLand ke jalan kembar di depan Pakuwon Mall mengarah ke boezem PTC.
”Untuk tahap pertama, yang kami lelang ini dari titik masjid dulu ke arah timur. Sampai di kawasan Puskesmas Lontar,” jelasnya.
Diperkirakan, proyek tahap pertama akan membuka jalur sepanjang 800 meter. Pagu anggarannya Rp 16 miliar. ”Dari pemetaan tanah, ada yang milik warga, ada yang pengembangan, ada juga yang BTKD (bekas tanah kas desa) atau aset pemkot,” imbuhnya. (edi/dya/c9/aph)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
