
Warga Surabaya harus waspadai cuaca ekstrem yang bisa mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya memperkirakan puncak musim hujan di Kota Surabaya terjadi antara Januari hingga Februari 2026.
"Saat ini di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya sudah memasuki musim penghujan," tutur Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto di Surabaya, Jumat (7/11).
Dalam sepekan terakhir, hujan deras mengguyur wilayah Surabaya dengan intensitas bervariasi, dari curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta terjadi pada siang maupun malam hari.
Tidak hanya itu, Ady menyebut pada tanggal 6 - 7 November 2025, diperkirakan terjadi gelombang pasang maksimum di wilayah Selat Madura. Hal ini berpotensi menyebabkan banjir rob di kawasan pesisir Surabaya.
“Nah, jika dibarengi hujan yang deras, otomatis genangan air juga akan semakin tinggi, karena Surabaya sudah masuk musim penghujan, puncaknya akan terjadi pada Januari dan Februari 2026,” tambahnya.
Curah hujan tinggi di Surabaya dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya terjadi fenomena Muson Barat dan Madden Julian Oscillation (MJO) atau bertambahnya uap air yang berasal dari Samudera Hindia.
“Tetapi lebih dominannya karena muson barat, jadi itu angin juga berpengaruh terhadap pasokan uap air di atmosfer (menyebabkan hujan di Surabaya dengan curah hujan tinggi),” terang Ady.
Di musim penghujan seperti saat ini, Pemerintah Kota Surabaya diimbau untuk melakukan pembersihan drainase agar aliran air lancar. Ady juga mengimbau Madya agar rutin mengecek informasi cuaca di platform BMKG.
“Jadi masyarakat juga bisa update melalui WOFI dan itu bisa diakses gratis, dan ada juga website satelit milik BMKG, dan itu kami selalu update setiap 10 menit sekali, atau melalui aplikasi Info BMKG,” ucapnya.
Guna mengantisipasi cuaca ekstrem, BMKG bekerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk memasang display informasi cuaca di kawasan pesisir sebagai peringatan dini, terutama bagi nelayan yang hendak pergi melaut.
“BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya juga memasang penangkar hujan, selain itu juga informasi tanggap bencana secara cepat dan real time (disampaikan di platform BMKG)," pungkas Ady.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
