Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 November 2025 | 05.37 WIB

Cuaca Ekstrem Intai Surabaya, Pemkot Kebut Pembangunan Lima Rumah Pompa Baru

Ilustrasi rumah pompa di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Ilustrasi rumah pompa di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com-Cuaca ekstrem yang mulai melanda beberapa wilayah di Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Surabaya. Apalagi beberapa hari terakhir, hujan deras mengguyur daerah ini. 

“Perkiraan biasanya (awal) hujan rintik-rintik dulu. Tapi kemarin langsung hujan deras mulai jam 2 siang - 7 malam,” tutur Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, Kamis (6/11).

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda juga telah memperkirakan musim hujan di Surabaya akan terjadi mulai November 2025 sampai dengan Januari 2026.

Syamsul mengatakan DSDABM sudah diinstruksikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur pengendalian banjir

"Diminta lembur kontraktornya, kalau bisa 24 jam. Jadi nanti kita usahakan, besok kita buat undangan teman-teman kontraktor yang belum selesai. Jadi yang belum selesai itu rata-rata pekerjaan besar," imbuh Syamsul. 

Mulai dari proyek drainase, box culvert, hingga pembangunan Rumah Pompa. Syamsul menyebut ada lima titik rumah pompa baru di Surabaya yang pengerjaannya belum selesai atau masih berjalan. 

"Pekerjaan rumah pompa itu ada lima lokasi. Di Menanggal ada satu, Ahmad Yani ada dua, Ketintang Madya ada tiga, di Karah ada empat, dan ada satu lagi di Rungkut Menanggal," beber Syamsul.

Selain rumah pompa, pembangunan drainase di diversi Gunungsari dan Babat Jerawat juga masih berjalan. Karena itu, kontraktor diminta bekerja dari dua sisi sekaligus untuk mempercepat proyek. 

"Seperti di diversi Gunungsari itu kita minta pekerjaan dilaksanakan dari dua arah. Jadi yang mau dikerjakan itu 500 meter. Kontraktor sudah saya minta dari Kulon (barat) dan Wetan (timur), jadi ketemu di tengah,” terang Syamsul.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Diskon BPHTB Hingga 40% dan Hapus Denda PBB, Cuma Sampai 29 November!
 
DSDABM Surabaya juga meminta kontraktor agar menambah jam kerja dan tenaga di lapangan. Tentu, percepatan pekerjaan diikuti dengan peningkatan pengawasan oleh konsultan proyek.

"Yang kedua itu lembur, artinya tambah tenaga dan tambah material. Besok kita rapatkan dan kasih target per minggu berapa dievaluasi konsultan. Mudah-mudahan pertengahan Desember sudah bisa selesai,” ucap Syamsul.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore