
Banjir./Freepik.
JawaPos.com - Warga pesisir Jawa Timur diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi banjir rob yang diperkirakan akan berlangsung hingga 9 November 2025.
Fenomena ini diingatkan sebagai kondisi alam yang biasa terjadi, tetapi tetap memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di pesisir.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak, Sutarno, menjelaskan bahwa peningkatan risiko banjir rob kali ini berkaitan langsung dengan fase bulan purnama.
Secara ilmiah, posisi bulan saat purnama meningkatkan gaya gravitasi, sehingga memengaruhi pasang surut air laut di wilayah pesisir.
“Fase bulan purnama saat ini memengaruhi kondisi pasang surut di bulan November 2025. Hal ini berpotensi menimbulkan pasang maksimum dan surut minimum di wilayah pesisir Jawa Timur,” ujar Sutarno, seperti dikutip dari Radar Surabaya (JawaPos Grup), Selasa (4/11).
Fase bulan purnama dijadwalkan terjadi pada Rabu, 5 November, pukul 20.19 WIB. BMKG memperkirakan ketinggian air pasang bisa mencapai 130 hingga 150 sentimeter di atas rata-rata muka air laut.
Puncak kenaikan air laut diprediksi akan terjadi antara pukul 21.00 hingga 24.00 WIB, sehingga masyarakat di pesisir diimbau untuk mengantisipasi kemungkinan genangan yang bisa muncul secara tiba-tiba.
Fenomena banjir rob ini bukan hanya soal air laut yang naik, dampaknya menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat pesisir.
Aktivitas transportasi di pelabuhan bisa terganggu karena genangan air yang masuk ke area dermaga. Para petani garam yang bekerja di lahan pesisir juga berisiko mengalami kerugian jika air laut meluap ke lahan mereka.
Selain itu, kegiatan perikanan darat, bongkar muat barang, dan operasional kapal di pelabuhan dapat terganggu, sehingga perlu penyesuaian jadwal atau langkah mitigasi.
Beberapa wilayah diperkirakan menjadi yang paling terdampak. Kawasan pelabuhan Surabaya, Surabaya Utara termasuk Benowo, dan Surabaya Timur seperti Kenjeran menjadi titik rawan karena letaknya yang rendah dan dekat dengan garis pantai.
Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tersebut disarankan untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG dan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi sederhana, seperti memindahkan kendaraan, menyiapkan pompa air, atau mengamankan peralatan rumah tangga yang mudah terendam.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan. “Genangan air laut bisa muncul secara tiba-tiba, terutama saat puncak pasang. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir harus tetap waspada,” tambah Sutarno.
Peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa meskipun banjir rob merupakan fenomena alam yang berulang, dampaknya tetap bisa signifikan bagi kehidupan sehari-hari jika tidak diantisipasi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
