Ketua Harian PHRI Koordinator Wilayah Surabaya Firman Sudi Permana (kiri) dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-Belajar dari kasus pesta asusila sesama jenis (gay) yang berlangsung di salah satu hotel kawasan Ngagel, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surabaya, akan memperketat pengawasan.
Ketua Harian PHRI Koordinator Wilayah Surabaya Firman Sudi Permana menilai kasus seperti ini bisa menurunkan tingkat okupansi dan menimbulkan pertanyaan soal keamanan Surabaya sebagai destinasi wisata.
"Kami akan mempertajam sistem pengawasan, mulai dari keamanan hingga resepsionis agar lebih waspada. Sebab dampaknya bukan hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga budaya dan citra kota," tutur Firman di Surabaya, Sabtu (25/10).
Dalam waktu dekat, pihaknya akan membuat surat edaran untuk seluruh anggota PHRI agar memperketat pengawasan dan meningkatkan koordinasi dengan aparat kepolisian dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
"Kalau ada indikasi sesuatu yang tidak normal, misalnya jumlah tamu terlalu banyak dalam satu kamar, itu harus segera dicegah. Bisa langsung lapor ke CC 112 seperti disampaikan Pak Wali (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Red)," imbuhnya.
Terkait ruang privasi yang menjadi hak tamu hotel, Firman mengatakan bahwa sebelum check-in, resepsionis sudah menginformasikan tamu tentang Registration Card, yakni kapasitas maksimal sebuah kamar.
"Jadi akan kelihatan. Kalau lebih dari maksimum seperti itu kan pastinya ada noise, ya, ada suara ramai, sehingga mengganggu privasi tamu yang lain. Nah di sini, kita pasti preventif, mendatangi kamar tersebut sesuai SOP," terang Firman.
Ketika mengecek kamar yang dinilai mengganggu kenyamanan tamu lain, petugas hotel akan melihat melalui celah pintu yang dibuka. Apabila ada hal yang mencurigakan, pihak hotel akan menghubungi aparat keamanan.
"Batasan awal satu kamar untuk 2 orang, maksimum 4 orang kalau ada tamu, itu juga ada jam tertentu. Kalau ada laporan gangguan dari kamar tertentu, kita langsung lapor, itu kewajiban manajemen hotel dan hak hotel juga untuk mempertanyakan," tegas Firman.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memanggil seluruh General Manager (GM) hotel yang beroperasi di Surabaya untuk datang ke Graha Sawunggaling, Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jumat (24/10).
Dalam pertemuan itu, Eri Cahyadi mengimbau seluruh pelaku industri perhotelan untuk bersama menjaga citra Surabaya. Menurutnya, daya tarik wisatawan sangat bergantung pada kenyamanan dan reputasi sebuah daerah.
"Surabaya ini kota jasa. Pertumbuhan ekonomi kita berasal dari jasa, termasuk hotel. Maka saya mengundang PHRI dan GM hotel untuk berkomitmen menjaga agar kejadian seperti itu (pesta asusila) tidak terulang lagi," tukas Eri. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
